Peluncuran Sekolah Bisnis Santripreneur

 IMG_20170822_130145
JOGJA (jurnaljogja.com) – Sekolah Bisnis Santripreneur (SBS) diluncurkan di Gedung PWI DIY ditandai dengan pengguntingan pita oleh Dewan Pembina SBS, KH Ahmad Sugeng Utomo, Senin (21/8).
   Menurut Gus Ut, sapaan Sugeng Utomo, tujuan dibentuknya SBS untuk mencetak santripreneur-santripreneur baru yang berdedikasi tinggi dalam memajukan perekonomian Indonesia. “SBS merupakan pembelajaran bagi santri untuk menjadi pengusaha. Pembelajaran dilakukan di pondok-pondok pesantren, sedang praktik dilaksanakan di tempat-tempat usaha yang tergabung dalam  Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) serta mitra lainnya,” jelasnya. 
     SBS mendampingi para calon santripreneur dalam memulai bisnisnya. Mereka juga diberikan fasilitas untuk mendapatkan modal usaha. Melalui SBS ini diharapkan bisa mencetak banyak santri yang menjadi pengusaha. Saat ini, disebutnya ada 33 ribu pondok pesantren se-Indonesia, sedangkan jumlah santri sekitar 40 juta orang.
    Didampingi Ketua HIPSI Pusat Muhammad Gozali,  Ketua HIPSI DIY Bukhori Al Zahrowi, dan Ketua PWI DIY Sihono HT, lebih lanjut diharapkan jika SBS banyak mencetak santri pengusaha, maka akan meningkatkan jumlah wirausaha di Indonesia. Menurut Gus Ut, saat ini jumlah pengusaha masih berkisar 1,6 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. “Maka, kita akan cetak pengusaha sebanyak 10 persen dari total penduduk,” ajaknya.
    Mohammad Gozali mengatakan, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan perkumpulan dagang di luar negeri, antara lain dengan Arab Saudi, Australia, dan Aljazair. 
    Direktur Pelaksana SBS, M Choirul Anam mengatakan, SBS merupakan tindak lanjut dari program yang telah dicetuskan pemerintah tentang pentingnya berwirausaha bagi warga Indonesia. SBS juga memberi pelajaran tentang etika berbisnis, sehingga diharapkan menghasilkan pengusaha yang berakhlak mulia. 
     Ketua PWI Sihono menyatakan dukungannya atas peluncuran SBS itu. Ia juga akan koordinasi dengan PWI daerah lain supaya SBS lekas mencetak banyak pengusaha. (bam)
 

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan