Pemanfaatan Reaktor Batan Belum Optimal

Efrizon Umar (kiri) dan Edy Giri Rachman Putera

Efrizon Umar (kiri) dan Edy Giri Rachman Putera

JOGJA – Badan Tenaga Nuklir (Batan) memiliki tiga reaktor di Serpong, Bandung, dan Jogjakarta. Tapi belum banyak pihak luar, terutama perguruan tinggi yang memanfaatkan. Terutama untuk pengembangan penelitian keilmuan bagi perguruan tinggi yang memiliki program studi Fisika.

“Barangkali ini juga salah kami. Selama ini kurang sosialisasi kepada pihak-pihak di luar Batan,” ujar Deputi Bidang Sains dan Aplikasi Teknologi Nuklir (SATN), Efrizon Umar, di sela temu pelanggan Batan, di kampus STTN (Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir) Jogjakarta, Senin (1/4).

Karena itulah, PSTA (Pusat Sains dan Teknologi Akselerator) Batan dan STTN Jogjakarta menggelar temu pelanggan sekaligus diseminasi hasil-hasil penelitian maupun produk dan jasa yang bisa dimanfaatkan oleh pihak di luar.

“Boleh dikatakan, Batan saat ini ingin lebih membuka diri. Di bidang keilmuan, sudah semestinya beberapa perguruan tinggi yang ada di sekitar reaktor di Jogja, Bandung, dan Serpong memanfaatkannya terutama untuk penelitian pengembangan keilmuan nuklir ataupun fisika,” ujar Efrizon.

Untuk reaktor di Jogjakarta, misalnya, Efrizon mengharapkan, sejumlah perguruan tinggi yang berada di DIY, Jateng, dan Jatim memanfaatkannya secara optimal. “Kan tidak lucu, mereka mempelajari ilmu fisika tapi sama sekali belum pernah melihat yang namanya reaktor,” ujar Efrizon kemudian.

Sudah ada pihak-pihak yang selama ini memanfaatkan jasa dan produk PSTA Batan tapi masih terbatas, memang. Untuk perguruan tinggi, misalnya, baru UGM, UNY, dan UNS yang telah memanfaatkan litbang maupun reaktor yang ada di Jogjakarta.

Temu pelanggan juga bertujuan untuk mendapatkan umpan balik dan saran perbaikan terhadap layanan kepada masyarakat. “Sekaligus sebagai jembatan antara Batan dengan pelanggan dalam menyampaikan aspirasi untuk perbaikan layanan khususnya PSTA dan STTN,” ujar Ketua STTN sekaligus Plt PSTA Batan Jogjakarta, Edy Giri Rachman Putera.

Berbagai layanan PSTA dan STTN yang diberikan kepada masyarakat, antara lain penyelenggaraan pendidikan D4, kunjungan fasilitas, pengujian sampel dan analisisnya, serta pemanfaatan fasilitas laboratorium.

Selama 2018, lanjut Edy, PSTA di Jogjakarta telah menerima pengujian sampel dari masyarakat sebanyak 773 kali, sebanyak 2307 orang telah berkunjung ke fasilitas nuklir Jogjakarta, dan 30 kali memberikan layanan pengujian kesesuaian pesawat sinar X. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan