Pembelajaran Tak Pernah Paripurna

IMG_20170728_125605
JOGJA – Tak akan mungkin ada obat mujarab atau cara jitu yang pasti untuk membuat proses pembelajaran yang baik. Pembelajaran akan selalu kontekstual, bersifat lokal, sehingga pembelajaran tak akan pernah paripurna.
“Dengan demikian harus ada perbincangan terus-menerus karena pembelajaran bukan persoalan teknis,” ujar Rektor USD (Universitas Sanata Dharma) Jogjakarta, J Eka Priyatma PhD, pada seminar ‘Sanata Dharma Berbagi’, di kampus setempat, Rabu (26/7).
Lebih dari persoalan teknis, proses pembelajaran akan menyangkut aspek mendasar kemanusiaan, aspek mental dan spiritual. “Bahkan akan menyangkut emosi, antusiasme, afeksi, maupun perasaan-perasaan lainnya,” tutur Eka.
Karenanya, lanjut Eka, Sanata Dharma selalu bertekad tak hanya akan menghasilkan lulusan yang cerdas dan kompeten semata. “Lebih dari itu, lulusan yang memiliki kepekaan nurani dan kegairahan untuk memikirkan orang lain,” tandasnya.
Untuk mewujudkan tujuan itu, imbuh Eka, tentu tidak mudah. Terutama di tengah pengetahuan dan informasi yang tersedia secara mudah dan relatif murah. “Karena itu saya akan selalu antusias untuk mengikuti diskusi berkaitan dengan proses pembelajaran,” paparnya kemudian.
Selaku pembicara, dosen Psikologi USD Dr Titik Kristiyani MPSi menyampaikan materi ‘Trilogi Komponen Belajar yang Efektif’ tentang bagaimana mengupayakan pembelajaran efektif dalam rangka mencapai tujuan belajar. “Tujuan belajar dalam pendidikan formal menekankan pada perkembangan keterampilan berpikir, yakni pentingnya membangun konstruksi pengetahuan dan proses berpikir yang sistematis.”
Salah satu indikasi paling mudah untuk mengetahui keberhasilan pencapaian tujuan itu adalah prestasi belajar. “Dengan asumsi, instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi sungguh-sungguh mencerminkan evaluasi terhadap hasil konstruksi pengetahuan dan proses berpikir sistematis,” ungkap Titik.
Berdasarkan perspektif konstruktivisme didukung hasil-hasil penelitian sebelumnya, imbuh Titik, tujuan belajar dapat tercapai jika ada keterlibatan aktif dari fungsi-fungsi mental siswa yang disebut dengan trilogi komponen belajar, meliputi komponen sistem diri atau motivasi, metakognisi, serta strategi kognitif mendalam. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan