Pemerintah Belum Implementasikan Nilai-Nilai Pancasila

JOGJA (jurnaljogja) – Sejarawan Prof Dr Anhar Gonggong menilai pemerintah belum bisa menerapkan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, pemerintah juga belum sanggup membentuk masyarakat sesuai dengan Pancasila.
“Kita ini bangsa yang punya Pancasila, tapi tidak berpancasila,” katanya dalam pengajian ramadhan diselenggarakan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Kampus Terpadu UMY, Jumat (10/6). Pngajian ramadhan bertajuk “Negara Pancasila Sebagai Dar Al-‘Ahdi Wa Al-Syahadah : Perspektif Teologis dan Ideologis”.
Prof Anhar Gonggong mengusulkan, Pancasila perlu disederhanakan penafsirannya. Ini dimaksudkan agar implementasi Pancasila dalam kehidupan masyarakat dapat tercapai dengan baik. Sebab jika terlalu banyak penafsiran terhadap Pancasila, justru akan menyebabkan banyaknya masyarakat yang  salah mengartikan Pancasila. Maksud dari Pancasila itu jelas, bertujuan satu, yaitu sebagai dasar negara dalam berbangsa dan bernegara. “Itu saja, jangan yang lain,” ujarnya.
Karena itu, ia menyarankan agar semua elemen bangsa ikut berperan dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peran Muhammadiyah juga ikut andil dalam pembentukan Pancasila. Bahkan, KH. Ahmad Dahlan adalah sosok pemimpin sejati yang menciptakan perubahan. “Kalau mau perubahan, mulailah dari diri sendiri. Pemimpin lahir mengubah dirinya terlebih dahulu, baru melakukan perubahan pada kaumnya. Itu yang dilakukan KH. Ahmad Dahlan,” katanya.
Muhammadiyah juga disebutnya berpeluang menggalakkan penerapan Pancasila yang hilang saat ini. Karena Muhammadiyah juga ikut andil dalam perumusan Pancasila. “Saya usul ke Pak Haedar untuk mengumpulkan semua Perguruan Tinggi Muhammadiyah di Indonesia. Tanyakan ke mereka semua, apa tujuan menciptakan masyarakat adil dan makmur. Kalau hal itu tidak dilakukan, Saya rasa Muhammadiyah punya utang pada Indonesia,” ucapnya. (bam)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan