Pemerintah Galakkan Imunisasi MR

 IMG_20170725_115759
JOGJA – Campak dan Rubella, penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan virus Campak-Rubella (MR). Anak-anak dan orang dewasa yang belum pernah diimunisasi MR, atau yag belum pernah mengalami penyakit campak dan rubella memiliki risiko tinggi tertular penyakit tersebut.

“Karena itu pemerintah menggalakkan imunisasi MR bagi anak-anak usia setelah sembilan bulan hingga sebelum enambelas tahun. Pada Agustus besok akan menyasar ke sekolah-sekolah, sedangkan pada September pada wilayah melalui posyandu,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogjakarta, Fita Yulia Kisworini, di balaikota setempat, Rabu (19/7).

Imunisasi serentak yang akan dilakukan secara gratis itu terutama untuk mencapai tujuan ‘Eliminasi MR 2020’ secara nasional. “Selain menurunkan penyakit campak dan rubella, imunisasi juga untuk memutus mata rantai penyakita tersebut, serta menurunkan angka kejadian CRS, Sindroma Rubella Kongenital,” tutur Fita kemudian.

Anak-anak pengidap penyakit tersebut, lanjut Fita, bisa ditandai dengan lingkar kepala yang kecil dan otomatis volume otaknya pun kecil sehingga pasti bermasalah. Tanda Lain, mata katarak sejak lahir, yang biasanya karena ibunya pembawa atau carrier virus tersebut saat hamil. “Gejala lain, mengalami gangguan pendengaran,” jelasnya.

Bukan untuk menakut-nakuti namun imunisasi MR sangat penting, menurut Fita, karena campak dapat menyebabkan komplikasi serius seperti radang paru atau pneumonia, radang otak atau ensefalitis, kebutaan, gizi buruk, bahkan kematian.

Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, tapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan yang dikenal sebagai CRS meliputi kelainan jantung dan mata, ketulian, serta keterlambatan perkembangan.

Secara awam, papar Fita lebih jauh, gejala Rubella seperti gabag tapi justru tidak merah sekali dan pada kasus tertentu merah-merahnya akan menghilang. “Tak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella namun dapat dicegah. Imunisasi dengan vaksin MR merupakan pencegahan terbaik untuk penyakit campak dan rubella. Satu vaksin untuk mencegah dua penyakit sekaligus,” tandasnya.

Kasie Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinkes Kota Jogjakarta, Endang Sri Rahayu menambahkan, kadang ibu pembawa virus campak dan rubella tidak merasakan atau memiliki tanda-tanda sakit, namun akan sangat fatal saat hamil atau melahirkan.

“Karena itu gerakan imUnisasi MR secara massal itu sangat penting guna memutus mata rantai campak dan rubella. Agar ketika anak-anak perempuan saat ini ketika dewasa kelak, saat hamil dan melahirkan, tidak menyebabkan bayi dengan penyakit tersebut,” ujar Endang kemudian. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan