Pemuda Itu Bukan ABG dan Tak Manja

Pemuda Itu Bukan ABG dan Tak Manja

Pemuda Itu Bukan ABG dan Tak Manja

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DIY adalah pemuda. Pengurus dan anggotanya bukan anak baru gede (ABG). Dengan demikian, KNPI DIY memiliki tanggung jawab untuk ambil bagian dalam kehidupan bermasyarakat. Pemuda juga dituntut turut memantau pelaksanaan roda pemerintahan agar berjalan baik.┬áDemikian diungkapkan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat memberi sambutan dalam pelantikan pengurus DPD KNPI DIY masa bakti 2015-2018 di Bangsal Kepatikan kompleks Pemprov DIY kemarin (30/1). “KNPI itu pemuda. Bukan ABG lagi. Harus jadi pejuang pemikir sekaligus pemikir pejuang. Harus diwujudkan secara nyata,” jelasnya.
Pemuda, menurut Sultan, dapat berperan di berbagai hal. Termasuk memantau mengenai penyimpangan nilai dan moral di masyarakat.
Dunia global yang membawa pop culture atau budaya pop telah memengaruhi pemuda. Budaya itu cenderung mengarah ke hura-hura. “Perlu reorientasi. Idealisme, sebagai modal pemuda, harus dikembalikan,” tegasnya.
Pemuda juga perlu menyikapi dengan baik materialisme. Sebab, berbagai kemudahan ada fasilitas mewah hanya akan melahirkan generasi manja. “Itu juga akan mengurangi daya juang,” kata Sultan.
Selain itu, pemuda juga bisa andil dalam terlaksananya pemerintahan yang baik dan bersih. Pemuda bergerak maka akan membuat pemerintah bertindak.
“Ini berarti pemuda memiliki peran besar dalam kehidupan bermasyarakat. Pemuda harus menjadi pengubah. Harus terus memantau proses perubahan agar tercipta tatanan pemerintah yang bersih dan terkontrol,” pesan Sultan.
Ketua DPD KNPI DIY Fitroh Nurwijoyo Legowo menyatakan, pemuda harus semakin menunjukkan perannya secara nyata. “Kembangkan cakrawala berpikir. Kekuatan untuk maju adalah kekuatan pikiran. Kita akan jawab tantangan,” tegasnya. (sap/sgb)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan