Pencapaian Bukan Karena Bakat dan Takdir

Wisuda: Rektor UNY memindah kuncir toga salah seorang wisudawan, pada upacara wisuda, di kampus setempat, Sabtu (29/6).

Wisuda: Rektor UNY memindah kuncir toga salah seorang wisudawan, pada upacara wisuda, di kampus setempat, Sabtu (29/6).

JOGJA – Merespon perubahan, wisudawan harus memiliki mindset yang terbuka terhadap perubahan, mindset yang adaptif, yang sering disebut dengan growth mindset. Manusia dengan growth mindset selalu memandang pencapaian sebagai hasil usaha dan hasil belajar, bukan semata-mata karena adanya bakat dan takdir.

“Sikap semacam itu akan dapat menumbuhkan kemampuan beradaptasi dengan perubahan dan mampu belajar serta mencapai apapun yang kita kehendaki,” ujar Rektor UNY, Sutrisna Wibawa, dalam wisuda lulusan Doktor, Magister, Sarjana, dan Diploma periode Juni, di GOR UNY, Sabtu (29/6).

Wisudawan, pesan Sutrisna kemudian, jangan berpegang pada fixed-mindset – biasanya bagi yang sudah dalam zona nyaman – sehingga akan sulit untuk beradaptasi terhadap perubahan, karena sudah membuat batasan-batasan personal terkait dengan yang dapat mereka lakukan, dan yang tidak dapat mereka lakukan.

Wisudawan sebagai lulusan pendidikan tinggi harus selalu mengembangkan ilmu pengetahuan dan siap menghadapi tantangan besar di era Revolusi Industri 4.0 dan masyarakat 5.0 saat ini. “Wisudawan harus tetap memperhatikan pentingnya penguasaan teknologi, teknologi digital, serta bahasa asing,” tandas Sutrisna.

Pada kesempatan tersebut, diwisuda 1.574 orang dengan rincian 20 orang dari program Doktor (S3), 207 orang Program Magister (S2), 1.135 orang Program Sarjana (S1), dan 212 orang Program Diploma (D3). Masing-masing dari PPs sebanyak 227 orang, FIP (237), FBS (176), FMIPA (157), FIS (134), FT (299), FIK (124), dan FE (220).

Wisudawan dengan predikat cum laude atau dengan pujian sebanyak 713 orang atau 45,23 persen, terdiri dari S3 sebanyak 5 orang, S2 (45), S1 (605), dan D3 (58). (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan