Pendidikan Anti Korupsi

JOGJA – Menggugah kesadaran anti-korusi di kalangan remaja, KSA (Kelompok Studi Audit) Fakultas Bisnis UKDW (Universitas Kristen Duta Wacana) Jogjakarta bekerjasama dengan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menggelar pendidikan anti-korupsi bagi siswa SMA, di kampus setempat, Rabu – Kamis (1-2/2).
“Tujuan utama kegiatan kali ini agar gerakan dan kesadaran anti-korupsi dihidupkan dalam internal sekolah dengan melibatkan para siswa sendiri. Dengan demikian akan ada semacam lembaga atau konsentrasi siswa dalam memerangi korupsi dimulai dari level pribadi hingga sekolah sebagai lingkungan belajar mereka,” jelas Pembimbing KSA UKDW, C Novita Dewi.
Untuk kali ini, kegiatan tersebut diikuti 32 orang siswa berasal dari 32 SMA di DIY. “Jika ini berhasil baik, nantinya kami juga akan mengundang siswa-siswa di sekitar Jogjakarta. Pun, akan kami kembangkan bagi siswa-siswa setingkat SMP,” papar Novita.
Memerangi korupsi memang tak boleh berhenti. Bahkan pencegahan korupsi bisa dilakukan sejak dini. “Karena itulah kegiatan kali ini menyasar usia remaja karena masa depan Indonesia ada di tangan mereka. Kami pun meyakini, melalui pendidikan semacam ini akan ada perubahan terkait korupsi,” tutur Sandri Juatiana dari Pusat Edukasi Anti-Korupsi KPK.
Di sela pembukaan pendidikan anti-korupsi itu, diselipi pula peluncuran buku ‘Korupsi Adalah Kita’, suntingan Novita Dewi dan Hendra Sigalingging. Buku ini pun terbit hasil kerjasama KSA UKDW dengan KPK. “Tidak dijual tapi akan kami sumbangkan ke beberapa sekolah,” ujar Novita kemudian. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan