Pendidikan Masyarakat Terpinggirkan

IMG_20160913_163541
Anggoro Rulianto/Jurnal Jogja
JOGJA – Menuntut dan mengembangkan ilmu pengetahuan tak harus selalu dibatasi dinding atau ruang-ruang kelas. Kuliah bisa dilakukan di mana saja. Cara itu pula yang dilakukan USD (Universitas Sanata Dharma) Jogjakarta untuk mengembangkan pendidikan bagi masyarakat terpinggirkan yang berada di daerah pelosok.

“Kami meyakini komitmen kami untuk mengembangkan kelompok belajar masyarakat akan sangat terbantu dengan adanya bantuan mobil perpustakaan keliling ini,” ujar Rektor USD, J Eka Priyatma PhD, saat menerima bantuan mobil perpustakaan keliling dari salah satu bank nasional milik pemerintah, di kampus setempat, Jumat (9/9) lalu.

Kepala Perpustakaan USD, Paulus Suparmo SIP MHum mengatakan, dengan adanya perpustakaan keliling berupa mobil tersebut, perpustakaan USD akan memulai menjalani tradisi baru. “Jika semula perpustakaan USD hanya didatangi pengguna, sekarang perpustakaan USD juga bisa mendatangi penggunanya,” tegasnya.

Memfungsikan perpustakaan keliling, Eka pun meyakini, tak hanya ingin membawa buku ke desa atau daerah pelosok lainnya tapi juga akan memiliki kesempatan besar memperluas kelas-kelas kuliah sekaligus mengembangkan kelompok belajar masyarakat.

“Kami akan bekerjasama dengan sekolah-sekolah dan desa di daerah pinggiran untuk membentuk dan merawat kelompok belajar masyarakat. Diharapkan, kelompok belajar yang terbentuk pun mampu merangkul semua kalangan dan usia, termasuk berbagai tema keilmuan. Misalnya, pengembangan pertanian organik, dan lain-lain,” tandas Eka.

Pengabdian pada masyarakat itu juga bisa didukung secara lebih lagi dengan KKN mahasiswa, karena tujuan akhirnya agar masyarakat bisa meningkatkan kecerdasan finansial melalui cara meningkatkan kompetensi mereka di bidang yang diminati atau digeluti untuk kualitas kehidupan yang lebih baik.

“Karena ini era digital, kami mengharapkan mobil perpustakaan ini bisa dilengkapi antena penghubung untuk akses internet sehingga daerah-daerah terpinggirkan yang kami bina juga bisa mengakses informasi secara lebih luas,” tutur Eka kemudian. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan