Penelitian UAD Melonjak Pesat

 IMG_20161226_205955
 Anggoro Rulianto/Jurnal Jogja
  Rektor UAD, Dr Kasiyarno MHum, saat menyampaikan laporan tahunan, pada puncak peringatan Milad ke-56 kampus tersebut, di kampus setempat, Sabtu (24/12).
JOGJA – Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan sebagai tolok ukur kemajuan suatu perguruan tinggi, tak terkecuali bagi UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Jogjakarta. Peningkatan kapasitas bidang tersebut oleh para dosen terus dilakukan. “Bahkan, belakangan, penelitian kami melonjak pesat,” ungkap Rektor UAD, Dr Kasiyarno MHum, pada puncak peringatan Milad ke-56 kampus tersebut, di kampus setempat, Sabtu (24/12).
Dari sumber dana penelitian yang dialokasikan, lanjut Kasiyarno, meningkat dari Rp 153 juta pada 2007 menjadi Rp 2,1 miliar pada 2016. Pertumbuhan alokasi dana penelitian per peneliti yang berasal dari internal UAD pun meningkat. Bahkan saat ini hampir tiga kali lipat lebih besar, yakni Rp 7,81 juta, dari standar dana penelitian per dosen per tahun yang ditentukan oleh Kemenristekdikti.
Perolehan dana eksternal pun meningkat dari Rp 314 juta pada 2007 menjadi Rp 2,6 miliar pada 2016. “Perolehan dan UAD tak hanya berasal dari Kemenristekdikti namun juga dari ‘research expertise revenue’, dari negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat yang mencapai orde sebelas digit. Juga dari industri strategis dan Kemenhan yang mencapai orde sepuluh digit,” papar Kasiyarno.
Peningkatan jumlah dana tersebut sejalan dengan peningkatan jumlah judul penelitian yang diajukan para peneliti. Karya ilmiah penelitian meningkat dari 92 judul pada 2007 menjadi 352 judul pada 2016. Luaran penelitian pada 2016 juga menunjukkan peningkatan. Jumlah artikel dosen UAD pada jurnal internasional sebanyak 48 judul, nasional 29 judul, prosiding internasional 14 judul, paten 10 judul, dan hak cipta 26 judul.
Sesuai visi ingin mengembangkan perguruan tinggi yang diakui secara internasional, membangun jejaring kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi mancanegara menjadi suatu keniscayaan. Saat ini sudah terjalin kerjasama internasional dengan 93 lembaga yang berasal 26 negara, mencakup kawasan Australia, Selandia Baru, Asia, ASEAN, Timur Tengah, dan Eropa.
“Selain dengan negara-negara tersebut kerjasama juga terjalin dengan University Texas, Amerika Serikat, dalam bentuk visiting professor dan cultural exchange. “Jumlah mahasiswa asing dari berbagai negara yang belajar di UAD juga meningkat. Dengan status sebagai mahasiswa reguler, joint degree, dan program transfer kredit,” tutur Kasiyarno kemudian.
Kehadiran mahasiswa asing selain otomatis membentuk kelas-kelas internasional juga dapat memberi kesempatan mahasiswa lokal dan nasional beradaptasi serta belajar melakukan komunikasi dalam pergaulan internasional. “Ini penting menghadapi kehidupan masa depan yang semakin mengglobal,” tandas Kasiyarno. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan