Penelitian USD Meningkat Hingga Miliaran Rupiah

 IMG_20170114_124313
Anggoro Rulianto/Jurnal Jogja
Rektor dan Wakil Rektor I USD, Johanes Eka Priyatma dan Tarsisius Sarkim (4&3 dari kiri), bersama jajaran pimpinan USD lainnya.
JOGJA – Berdasarkan keputusan BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional – Perguruan Tinggi) tertanggal 20 Desember 2016 dan akan berlaku selama lima tahun ke depan, USD (Universitas Sanata Dharma) Jogjakarta menyandang akreditasi ‘A’ untuk tingkat institusi.
Status tersebut membuka banyak peluang bagi PTS (perguruan tinggi swasta) itu untuk mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Salah satunya di bidang penelitian, kini USD bisa melakukannya secara desentralisasi seiring meningkatnya dana penelitian yang bersumber dari pemerintah.
Status akreditasi ‘A’ bagi institusi menjadikan dana penelitian USD yang bersumber dari pemerintah meningkat hingga Rp 4 miliar. “Tingkatan pengelolaan dana penelitian kami juga meningkat dari madya ke utama,” ungkap Wakil Rektor I USD, Drs Tarsisius Sarkim MEd PhD, di kampus setempat, beberapa waktu lalu.
Bagi mahasiswa, lanjutnya, perolehan akreditasi institusi ‘A’ dapat memberikan jaminan pada saat lulus. Semua mahasiswa yang lulus selama lima tahun ke depan dapat menyandang predikat sebagai lulusan dari perguruan tinggi dengan status akreditasi unggul. “Kami berharap para lulusan bisa mendapat pengakuan lebih, dibanding lulusan perguruan tinggi lain,” ucap Sarkim.
Rektor USD, Drs Johanes Eka Priyatma MSc PhD mengemukakan, akreditasi merupakan bentuk pengakuan pemerintah sekaligus tanggungjawab pemerintah untuk menjamin mutu perguruan tinggi di Indonesia. “Akreditasi ‘A’ ujud jaminan pemerintah pada masyarakat bahwa USD berkualitas unggul atau sangat baik,” ujarnya.
USD menjadi satu dari sembilan PTS yang diberi akreditasi institusi A di akhir 2016. Pemerintah tampaknya melihat tatakelola USD unggul dalam penyelenggaraan kegiatan tri dharma perguruan tinggi. Berarti pula USD dinilai unggul pada upaya penyediaan sumberdaya manusia dalam pelaksanaan tri dharma.
“Kami dinilai unggul dalam jumlah maupun kualifikasi dosen. Kinerja sumberdaya manusianya dinilai sangat baik. Untuk penelitian, jumlah dan kualitasnya pun dianggap baik. Bahkan cukup banyak penelitian yang masuk jurnal internasional dan digunakan sebagai rujukan peneliti lain,” papar Eka.
Pemerintah pun mengakui sistem manajemen USD yang dinilai mengikuti dengan baik prinsip ‘good university governance’, karena sistem manajemen USD memenuhi syarat akuntabilitas dan transparansi. “Tak kalah penting, USD mempertahankan prinsip memberi perhatian pada mereka yang lemah. Selain itu, pengakuan terhadap ketercukupan infrastruktur dan fasilitas kampus,” imbuhnya.
Pemberian akreditasi institusi tersebut tak hanya bermanfaat bagi USD, tapi juga bagi masyarakat luas berkaitan dengan hak masyarakat untuk memperoleh layanan pendidikan tinggi yang layak dan berkualitas unggul. Selanjutnya, kesempatan bagi USD untuk mengembangkan program akademik pun semakin terbuka lebar.
“Secara formal, USD makin terbuka untuk mengusulkan pembukaan prodi S2 dan S3 baru. Selain itu, semakin terbuka pula kesempatan kerjasama peningkatan kualitas dengan lembaga pendidikan di negara lain, seperti double degree. Akreditasi ‘A’ merupakan syarat utama penyelenggaraan double degree,” tandas Eka. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan