Pengalaman Internasional Mahasiswa, Pentingkah

Winda Nur Cahyo (kiri) dan Hari Purnomo

Winda Nur Cahyo (kiri) dan Hari Purnomo

JOGJA – Memberi bekal sekaligus pengalaman internasional kepada mahasiswanya, program magister salah satu universitas swasta di Jogjakarta menawarkan gelar ganda. Bekerjasama dengan sebuah universitas Taiwan, gelar ganda itu diyakini pula akan melapangkan karir internasional mahasiswa bersangkutan.

“Sembari melakukan kunjungan balasan, kami juga menandatangani kerjasama dengan National Taiwan University of Science and Technology, awal bulan Desember ini. Terutama untuk program gelar ganda,” ungkap Dekan FTI UII (Fakultas Teknologi Industri – Universitas Islam Indonesia) Jogjakarta, Prof Dr Ir Hari Purnomo MT, di kampus setempat, Kamis (13/12).

Melalui program gelar ganda, itu FTI UII ingin menyejajarkan diri dengan universitas-universitas besar lain di dunia. “Selain itu ternyata di Taiwan sudah banyak mahasiswa asingnya. Beberapa universitas di Indonesia seperti ITB, UGM, ITS pun sudah menjalin kerjasama serupa dengan universitas Taiwan tersebut,” tutur Hari.

Ketua Prodi Teknik Industri Program Magister FTI UII, Winda Nur Cahyo ST MT PhD mengemukakan, melalui program tersebut nantinya mahasiswa bisa mengantongi dua gelar. Masing-masing MT (Magister Teknik) dari UII dan MBA (Master of Business Admininstration) dari Taiwan.

Kendati bergelar MBA, imbuh Winda, tapi kurikulum di Taiwan itu sepenuhnya eksakta. Gelar MBA-nya lebih banyak condong ke ilmu teknik industri, ketimbang ke ilmu ekonomi. “Untuk memperoleh gelar ganda tersebut, nantinya mahasiswa bisa mengikuti satu tahun kuliah di UII dan satu tahun kuliah di Taiwan,” jelasnya.

Memanfaatkan program gelar ganda itu dipastikan mahasiswa akan lebih menghemat biaya. “Secara logika, mahasiswa akan menghemat lima puluh persen biaya, karena hanya perlu setahun kuliah di Taiwan. Tak perlu dua tahun selayaknya program reguler,” papar Winda.

Pemilihan universitas di Taiwan itupun bukan tanpa alasan. Untuk menjalin kerjasama dengan universitas asing, FTI UII mengutamakan universitas yang masuk pada peringkat 500 besar dunia. Peringkat NTUST berada pada kisaran 250-an dunia.

Selain program gelar ganda, FTI UII bersama universitas yang sama juga menjalin kerjasama pertukaran mahasiswa maupun riset bersama. “Kami saat ini juga sedang menjajaki program gelar ganda dengan universitas di Taiwan itu untuk tingkat sarjana,” tutur Winda kemudian. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan