Penting Menjadi Warga Bangsa Global

IMG_20160913_163511
Anggoro Rulianto/Jurnal Jogja
JOGJA – Melalui program KKN (Kuliah Kerja Nyata) Internasional, mahasiswa UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Jogjakarta diharapkan mampu menjadi maupun bersikap sebagai warga bangsa global. Sangat penting mengingat kehidupan dunia di era sekarang tak lagi mengenal batas negara.

“Melalui program lain yang berskala internasional diharapkan pula mahasiswa tak mengalami gegar budaya dalam pergaulan global,” ujar Rektor UAD Dr Kasiyarno MHum, saat membuka workshop Hibah Kemenristek-dikti untuk Penguatan Kelembagaan Kantor Urusan Internasional, di kampus setempat, Sabtu (10/9).

Melalui workshop tersebut, Kasiyarno pun mengharapkan, para peserta bisa saling bertukar pengalaman. “Dengan demikian, para peserta bisa mengembangkan diri untuk kemudian bisa membuat program-program yang lebih variatif,” tandasnya.

Program variatif, tutur Kasiyarno kemuadian, sangat diperlukan bukan saja untuk kepentingan saat mengirimkan hahasiwa ke luar negeri tapi juga diperlukan guna mendatangkan lebih banyak mahasiswa luar negeri ke Indonesia.

Kepala KUI (Kantor Urusan Internasional) UAD, Ida Puspita MARes mengemukakan, hibah tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya karena Kemenristek-dikti mengembangkan model konsorsium.

Perguruan tinggi pengusul harus bermitra dengan perguruan tinggi yang diusulkan Kemenristek-dikti. “UAD bermitra dengan UGM untuk koordinasi dalam penyelenggaraan dua kegiatan, workshop capacity building dan KKN internasional,” katanya.

Sebagai salah satu dari 30 KUI perguruan tinggi seluruh Indonesia yang berhasil lolos seleksi hibah PKKUI 2016, lanjut Ida, UAD telah merancang dua kegiatan dengan tema sama tentang penyelenggaraan KKN internasional yang inbound atau dari mitra ke UAD maupun outbound atau dari UAD ke mitra di luar negeri.

Melakukan KKN internasional sejak 2013, yang inbound UAD bekerjasama dengan Universiti Malaysia Pahang yang mengirimkan mahasiswanya untuk melaknsanakan KKN bersama di UAD. “Untuk outbound, UAD telah mengirimkan sejumlah mahasiswa untuk KKN ke Kamboja, Filipina, Thailand, dan Mesir,” jelas Ida lebih jauh. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan