Perguruan Tinggi Indonesia Bisa Terancam

Dies natalis ke-54 UNY.

Dies natalis ke-54 UNY.

JOGJA – Perubahan di era revolusi industri 4.0 yang serba digital, serba internet of things, basis clouds computing, big data, 3D printing, masifnya virtual reality, augmented reality, bahkan artificial intelligent. Era revolusi industri 4.0 juga ditandai adanya disrupsi. Perubahan mendasar industri, strategi bisnis, dan terciptanya pasar baru bahkan di dunia pendidikan.

“Itu semua mengubah tidak saja proses belajar mengajar di perguruan tinggi, tetapi peran, strategi, orientasi, tatakelola perguruan tinggi termasuk UNY harus berubah dan responsif terhadap perubahan iptek yang sangat cepat tersebut. Karena, dengan perubahan iptek khususnya di era revolusi industri 4.0 itu berubah juga jenis pekerjaan dan peran SDM ke depan,” ujar Dirjen Sumber Daya Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Ali Ghufron Mukti, pada puncak acara dies natalis ke-54 UNY, di kampus setempat, Karangmalang, Jogjakarta, Senin (21/5).

Perguruan tinggi yang tidak bisa responsif dan tidak melakukan perubahan akan ketinggalan. Di Indonesia dengan jumlah PT mencapai 4578 bisa mulai terancam, jika tidak berbenah. “Jalan satu-satunya harus merespon, melakukan perubahan dan antisipasi. Dies merupakan momentum untuk perubahan ini. Perguruan tinggi rangking atas dunia sudah mulai melakukan perubahan itu,” tandas Ghufron.

Ia pun mencontohkan, Massachusetts Institute of Technology yang merupakan salah satu PT Teknik rangking atas dunia sudah menawarkan inovasi sistem pendidik berkelanjutan dengan MOOCs (Massive Online Open Course) dengan standar kualitas kurikulum, modul dan proses pembelajaran atau platform pembelajaran canggih seperti edX dan Start-up Cousera dan Udacity. “Yang menarik kursus berkualitas tersebut gratis,” papar Ghufron kemudian.

Pengembangan SPADA ( Sistem Pembelajaran Daring Indonesia) saat ini sudah menyediakan 1268 modul dan 51 PT. Kemudian disempurnakan dengan IdRen (Indonesia Research and Education Network) yang sudah menjaring partisipasi 80 PTN dan PTS. Kemenristekdikti lebih jauh sedang mengembangkan ‘Cyber Institute of Indonesia’.

Gubernur DIY Hamengku Buwono X mengemukakan, perguruan tinggi berperan strategis dalam konteks pembangunan kapasitas dan peningkatan keahlian, kompetensi profesional dan kemahiran teknikal. “Bangsa yang mempunyai banyak manusia terdidik, berpengetahuan dan menguasai teknologi pasti memiliki daya saing kuat dalam kompetisi global,” tegasnya dalam sambutan yang dibacakan Wagub Paku Alam X.

Perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi tulang punggung utama transformasi sosial dan peningkatan daya saing bangsa dengan membentuk manusia yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Pendidikan di DIJ telah menjadi salah satu pilar, selain pariwisata dan budaya. Ketiga pilar itu menjadi prioritas pembangunan pemda DIJ. “Untuk itu perguruan tinggi harus berperan, guna mendukung pelaksanaan otonomi daerah,” katanya.

Rektor UNY Sutrisna Wibawa menyatakan, UNY siap menaklukkan era disrupsi dan revolusi industri 4.0 melalui inovasi. Dengan cara melakukan pekerjaan menggunakan cara baru yang lebih efisien, efektif mempertimbangkan skala prioritas. “Berinovasi merupakan pilihan, choices, bukan semata karena kepatuhan, compliance. Karenanya segenap pimpinan UNY menerapkan pendekatan kepemimpinan transformatif, kolegial dan partisipatif untuk memajukan universitas,” tuturnya lebih jauh. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan