Perilaku Hidup Sehat di Teluk Palu Belum Penuhi Kaidah Sanitasi Kesehatan

JOGJA (jurnaljogja) – Perilaku hidup sehat di permukiman wilayah pesisir Pantai Teluk Palu, Sulawesi Tengah masih belum memenuhi kaidah sanitasi kesehatan. Kondisi ini dilihat dari penggunaan sumber air yang kurang bersih, pembuangan sampah ke sungai atau laut, pembuangan air limbah yang tidak ramah lingkungan, selain kondisi bangunan rumah yang belum memperhatikan aspek-aspek kesehatan.

Dosen Universitas Muhammadiyah Palu, Silviani mengingatkan, pembangunan yang dikembangkan di kawasan pesisir dan Laut Teluk Palu bisa menjadi ancaman masa depan masyarakat, lingkungan dan ekosistem di Laut Teluk Palu tersebut. “Pemda lebih memfokuskan pembangunan yang semata-mata menghasilkan pajak dan retribusi pada usaha tambang galian C di Pesisir Teluk Palu. Yang merupakan aspek yang mudah menghasilkan PAD, sehingga melupakan nilai-nilai lingkungan,” kata Silviani saat mempertahan disertasinya untuk meraih derajat doktor pada promosi doktor di Sekolah Pascasarjana UGM, Jogjakarta, Sabtu (9/4).

Dalam disertasinya berjudul “ Kajian Pendekatan Konsep Ecohealth Terhadap Kesehatan Nelayan Pesisir pantai Teluk Palu, Sulawesi Tengah” ia berharap, konsep ecohealth nantinya menjadi salah satu cara memperbaiki ekosistem di Pesisir Telu Palu. Penerimaan yang positif dari stakeholders menjadi jalan unuk meneruskan konsep yang berbasis kesehatan, baik bagi ekosistem Teluk Palu maupun nelayan yang mendiami pesisir teluk tersebut.

Menurutnya, tindakan nyata dari konsep tersebut dapat diurai dari siklus ekologis yang luas, hasil kesehatan dan kebijakan perubahan. Jangka panjangnya, sebut Silviani, adalah hasil dari implikasi berupa kebijakan dan keberpihakan secara fisik, biotis dan sosial kesehatan ke nelayan pesisisr pantau tersebut. Ini mengingat, pendekatan ecohealth yang saling kait-mengait dan menjadi satu kesatuan—di mana permasalahan kesehatan nelayan tradisional tidak bisa dipisahkan begitu saja dari konteks sosio-ekonomi, lingkungan dan ekologi, baik dalam skala temporal maupun spasial dari kehidupan manusia.

“Konsep ecohealth menjadi sasar berpikir dalam mengambil kebijakan yang menguntungkan semua pihak.Dengan mengedepankan konsep ekosistem yang sehat. Di mana lingkungan fisik, biotis dan sosial dapat berjalan bersama-sama tanpa mengorbankan sumberdaya alam yang ada,” harapnya. (bam)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan