Peringatan Bulan Peduli DS 2016 di GL Zoo

IMG_20161101_143302
Bambang Sugiharto/Jurnal Jogja

JOGJA (junaljogja.com) –  Pusat Informasi dan Komunikasi Potads (Persatuan Orangtua Anak dengan Down Syndrome)  Jogjakarta memperingati Bulan Peduli Down Syndrome (Down Syndrome Awareness Mont) pada  Oktober 2016 ini di  Gembira Loka Zoo (GL Zoo). Lebih seratus orang terdiri dari orangtua dan anak-anak penyandang down syndrome (DS) datang di kebun binatang itu.
          “Baru kali ini kami memperingati Bulan Peduli Down Syndrome di  Jogjakarta dengan kegiatan sosialisasi Down Syndrome Awareness Mont (DSAM). Kami ingin mengajak masyarakat peduli pada penyandang DS,” kata Ludyarto Bimasena Wibowo, salah seorang Pengurus PIK Potads Jogjakarta di sela mendampingi anak-anak penyandang DS di GL Zoo, Minggu (30/10).
            Dalam mensosialisasikan DSAM di kebun binatang itu mereka membagikan brosur, pin, stiker dan pita peduli DSAM 2016. Ini dimaksudkan agar masyarakat paham dan selalu ingat tentang bulan kepedulian ini.
         Ludyarto menyadari bahwa GL Zoo sebagai salah satu objek wisata di  Jogjakarta yang ramai dikunjungi wisatawan. Karena itu, kebun binatang itu dinilai tepat untuk mengenalkan masyarakat pada DS. “Kami juga mencoba mengenalkan anak-anak DS pada dunia flora dan fauna,” jelasnya.
         Ia menyebutkan, anak-anak penyandang DS di Jogja ini merupakan bagian dari 65 juta anak Indonesia yang butuh akses yang sama untuk mendapatkan kehidupan normal, pendidikan dan pekerjaan yang diimpikan. Selain itu, mereka juga butuh kemandirian secara ekonomi dan usaha untuk menerapkan pendidikan dan pengetahuan yang telah dipelajari.
        “PIK Potads Jogjakarta  mengajak semua pihak, baik orangtua, pemerintah, institusi pendidikan, kesehatan, media dan masyarakat luas, termasuk di dalamnya pelaku usaha untuk bisa saling memberikan kontribusi sesuai dengan peran masing-masing guna tujuan tersebut,” katanya.
     Kegiatan yang baru kali pertama digelar di Jogjakarta ini sebagai sarana untuk mengenalkan ke masyarakat luas tentang apa dan siapa DS serta Potads. “Kami ingin menunjukkan apa saja yang bisa dilakukan dan disumbangkan anak-anak DS dengan segala keterbatasan fisik dan mental mereka. Sekaligus memberi gambaran ke masyarakat dan berbagai fihak terkait tentang peran yang bisa mereka lakukan untuk membantu anak-anak ini dan bermartabat berdampingan bersama-sama anak yang lain”.
        Selama di GL Zoo, mereka juga didampingi volenti mahasiswa jurusan psikologi yang peduli terhadap tumbuh-kembang dan keberadaan anak-anak DS. (bam)
CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan