Perkuat Ranah Internasional Universitas Ini Luncurkan ‘GoJogja’

Milad UAD: Menteri Kesehatan Nila F Moeloek saat menyampaikan pidato milad ke-57 UAD, di kampus setempat, Sabtu (30/12).

Milad UAD: Menteri Kesehatan Nila F Moeloek saat menyampaikan pidato milad ke-57 UAD, di kampus setempat, Sabtu (30/12).

JOGJA – Memasuki usia ke-57, UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Jogjakarta telah semakin dikenal di dunia internasional. Tak kurang dari 119 lembaga asal 23 negara telah bermitra dengan salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah itu sepanjang 2017. Untuk memperkuat program internasional, UAD segera meluncurkan program GoJogja. Sekaligus mendukung salah satu visi menjadi perguruan tinggi yang diakui secara internasional.

“Program itu nantinya akan menonjolkan pada mata kuliah budaya Jawa, wisata Jawa, hingga beberapa mata kuliah pendukung seperti Bahasa Indonesia, Jawa, dan lain-lain. Program ini diharapkan dapat memperkenalkan UAD di ranah internasional,” ungkap Rektor UAD, Dr Kasiyarno MHum, saat menyampaikan laporan tahunan milad ke-57 UAD, di kampus setempat, Sabtu (30/12).

Pada kesempatan itu hadir sekaligus menyampaikan pidato milad, Menkes (Menteri Kesehatan) Prof Dr dr Nila F Moeloek SpM(K). “Sehat pada dasarnya merupakan hak asasi manusia. Harus dimulai dari individu, keluarga, hingga sehat sosial budaya masyarakat.”

Paradigma sehat, imbuh menkes, harus mencakup semuanya. Tidak hanya sehat makanan tapi juga sehat perilaku, sehat lingkungan rumah, sehat lingkungan, dan seterusnya. “Ada tiga pilar utama yang harus dikembangkan menuju masyarakat sehat, masing-masing paradigma sehat, peningkatan pelayanan kesehatan, dan pengembangan jaminan kesehatan nasional,” tegas Nila Moeloek.

Ketertarikan mahasiswa asing untuk belajar di UAD yang terus meningkat dari tahun ke tahun, lanjut rektor, pun menjadi salah satu tolok ukur semakin meningkatnya kepercayaan dunia internasional. “Mahasiswa asing kami berasal dari Tiongkok, Thailand, Malaysia, India, Uzbekistan, Hungaria, Jepang, Timor Leste, Filipina, Irak, Mesir, Vietnam, Ukraina, Korea Selatan, Yaman, Laos, dan Tunisia,” tutur Kasiyarno, seraya menyebutkan, untuk tahun 2017 saja jumlah mahasiswa baru mancanegara sebanyak 175 orang.

Berbagai prestasi lain juga telah mampu diraih sepanjang 2017. Salah satunya daftar judul terpublikasi jurnal internasional terindeks Scopus meningkat signifikan. Jika pada 2016 berjumlah 69 judul, pada 2017 jumlah artikel pada jurnal internasional bereputasi mencapai 92 judul.

Bahkan jurnal milik UAD Telekomunika menjadi jurnal terbaik nasional dan terindeks Scopus dari 25 judul jurnal di Indonesia. “Telekomunika menerima penghargaan serta insentif sebagai jurnal internasional bereputasi tiga tahun berturut-turut pada 2014, 2015, dan 2016 dari Direktorat Pengelolaan Kekayaan Intelektual, Dirjen Risbang, Kemenristekdikti,” papar Kasiyarno.

Pusat Riset Cirnov (Center for Integrated Research and Innovation) UAD juga telah menunjukkan kekuatan riset berkliber internasional dan pada November kemarin telah berhasil menguji-tembakkan rudal (roket kendali) Cirnov kaliber 70 untuk kategori sasaran udara, rudal anti pesawat tempur, dan sasaran darat, rudal anti tank, yang pertama di Indonesia hasil kemitraan dengan PT Pindad dan Pustekbang Lapan.

“Dengan keberhasilan itu diharapkan laboratorium Cirnov dapat menjadi laboratorium nasional bidang alutsista untuk Hankam,” tandas Kasiyarno. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan