Perlu Hilirisasi dan Komersialisasi Riset

Pimnas: Menristekdikti Mohamad Nasir dan Rektor UNY Sutrisna Wibawa memegang piala bergilir Pimnas untuk diperebutkan oleh 136 perguruan tinggi se Indonesia peserta Pimnas Ke-31 2018, di kampus UNY.

Pimnas: Menristekdikti Mohamad Nasir dan Rektor UNY Sutrisna Wibawa memegang piala bergilir Pimnas untuk diperebutkan oleh 136 perguruan tinggi se Indonesia peserta Pimnas Ke-31 2018, di kampus UNY.

JOGJA – Mahasiswa yang terlibat dalam Pimnas (Pekan Imiah Mahasiswa Nasional) Ke-31, dapat menyampaikan gagasan atau hasil dari PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) yang harus bisa dikembangkan untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia. Tidak cukup pula hanya gagasan.

“Banyak inovasi mahasiswa yang sangat baik. Perlu hilirisasi dan komersialisasi hasil riset pada dunia usaha atau masyarakat. Kita harus punya inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Menristekdikti (Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi) Mohamad Nasir, dalam pembukaan Pimnas Ke-31, di GOR UNY, Kamis (30/8).

Pimnas kali ini merupakan rangkaian yang cukup selektif karena pesertanya merupakan yang terbanyak sepanjang sejarah. “Sampaikan gagasan Anda. Semoga menjadi orang terbaik di negeri ini. Karya ilmiah tidak cukup hanya sampai di sini, namun ke depan bisa juga menghasilkan inovasi,” tutur Nasir kemudian.

Untuk itu Nasir mengharapkan, pada Pimnas 2019 mendatang, dimasukkan juga kreativitas mahasiswa di bidang inovasi karena hal itu merupakan sesuatu yang penting di era sekarang. “Harapannya inovasi tersebut bisa mengantarkan mahasiswa menjadi enterpreneur berkualitas,” tegasnya.

Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X mengapresiasi penyelenggaraan Pimnas di UNY dengan harapan Pimnas menjadi kegiatan kreatif inovatif yang berkelanjutan. “Pada era sekarang yang dibutuhkan adalah pemikiran inovatif,” katanya.

Kreativitas, lanjut Paku Alam, merupakan proses penciptaan gagasan dan konsep sedangkan inovasi merupakan proses perwujudan ide kreatif sehingga menghasilkan outcome yang menghasilkan nilai akademik dan ekonomis. “Dengan demikian, kerjasama yang sinergis itu dapat menghasilkan produk industri yang inovatif dan kompetitif di pasar dunia,” katanya.

Rektor UNY, Sutrisna Wibawa, mengucapkan selamat kepada peserta yang lolos Pimnas di UNY. Lolos Pimnas merupakan hal membanggakan bagi mahasiswa maupun sivitas akademika perguruan tinggi bersangkutan. “Keberhasilan itu memerlukan perjuangan panjang. Oleh karena itu, perlu diapresiasi,” tuturnya lebih jauh.

Pimnas Ke-31 di UNY diikuti 1.523 mahasiswa dari 136 perguruan tinggi se Indonesia yang tergabung dalam 440 kelompok PKM. Kegiatan PKM dibagi menjadi 22 kelas dalam 7 bidang, meliputi PKM-PE (Penelitian Eksakta) 6 kelas, PKM-PSH (Penelitian Sosial Humaniora) 2 kelas, PKM-K (Kewirausahaan) 3 kelas, PKM-M (Pengabdian Pada Masyarakat) 2 kelas, PKM-T (Penerapan Teknologi) 2 kelas, PKM-KC (Karsa Cipta) 5 kelas, dan PKM-GT (Gagasan Tertulis) 1 kelas.

Kegiatan pendukung Pimnas, antara lain studium generale dan sarasehan pimpinan. Pimnas juga menyelenggarakan lomba poster yang dapat disaksikan masyarakat umum. Pun, stan bazar makanan, minuman, serta souvenir Pimnas. Pembukaan Pimnas ditandai dengan memanah sasaran menggunakan busur khas Mataram (jemparingan) oleh Menristekdikti sekaligus penyerahan piala bergilir Pimnas oleh juara tahun lalu, Universitas Brawijaya untuk diperebutkan dalam Pimnas tahun ini. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan