Perlu Pemimpin Berkomitmen Jalankan Pancasila

Idham Samawi

Idham Samawi

JOGJA – Sosialisasi nilai kebangsaan dalam ideologi Pancasila perlu terus dijalankan untuk membawa Indonesia maju dan sejahtera. Kebhinnekaan dan keragaman yang dimiliki bangsa Indonesia menjadi modal kuat untuk mewujudkan ideologi Pancasila dalam praktik.

“Ada sejarah panjang perdebatan terkait ideologi Pancasila. Nahdlatul Ulama satu penjaga benteng ideologi bangsa dari gangguan dan ancaman yang bisa memecah belah NKRI,” kata anggota DPR RI dapil DIY, Idham Samawi, pada Sosialisasi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bersama Fatayat dan Muslimat NU Kota Jogjakarta, di Jogjakarta, Sabtu (13/10).

Melalui paparan sosialisasi Pancasila, Idham menegaskan, tentang pentingnya pemahaman sejarah kebangsaan, ideologi Pancasila yang wajib menjiwai setiap benak seluruh komponen bangsa. “Ada banyak tokoh dan pelaku sejarah, termasuk dari kalangan nahdliyin, yang memberi sumbangsih besar, sampai terwujudnya Pancasila seperti saat ini,” katanya.

Kepada segenap anggota fatayat NU, Idham menitipkan pesan, agar rasa kebangsaan dan cinta tanah air seperti yang sering didengungkan terus terjaga. “Di tangan warga nahdliyin, Indonesia ke depan bisa maju dan sejahtera,” ungkapnya lebih jauh.

Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto menambahkan, dalam praktiknya, Indonesia dengan kebhinnekaan dan keragaman yang ada membutuhkan pemimpin yang kuat. Ada banyak praktik bhinneka tunggal ika yang bisa diwujudkan bersama.

“Kita butuh banyak pelopor untuk itu. Saya percaya fatayat dan muslimat NU bisa bergotong-royong menjadi pelopor praktik ideologi Pancasila,” kata Eko, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD DIY dapil Kota Jogjakarta itu.

Melalui bahasa Indonesia yang mempersatukan bangsa Indonesia, semua pihak diajak menjaga dan mewujudkan nilai ideologi Pancasila dalam praktik. Ada egaliter dalam komunikasi bahasa Indonesia. Jogjakarta dengan posisi sebagai tujuan pendidikan, menjadi forum yang baik sebagai titik sosialisasi kebangsaan. Terutama di kalangan ormas dan mahasiswa. “Indonesia jelas membutuhkan pemimpin yang memiliki komitmen jelas pada ideologi Pancasila,” tandas Eko.

Ketua PC Muslimat NU Kota Yogyakarta, Nyai Barokah menyatakan, sosialisasi kali ini diharapkan bisa menambah rasa cinta NKRI, demi tegak dan kokohnya Indonesia. Elemen perempuan nahdliyin memiliki semangat nasionalis dalam membangun bangsa. “Keberpihakan Nahdlatul Ulama jelas dalam bingkai kesatuan, berasas Pancasila. Kita pastikan nilai nasionalis terus menjiwai gerak langkah nahdliyin,” tuturnya kemudian. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan