Perpustakaan Digital Kurangi Disparitas Perguruan Tinggi

JOGJA – Keberadaan perpustakaan digital menjadi suatu hal lumrah di era digital ini. Selain memudahkan bagi mahasiswa untuk mengakses pengetahuan, sekaligus menjadi ciri utama di era disrupsi sekarang ini. Proses pembelajaran tak lagi mewajibkan tatap muka secara langsung antara guru dengan murid.

“Perpustakaan digital sekaligus diharapkan bisa mengurangi disparitas atau perbedaan antara satu perguruan tinggi dengan perguruan tinggi lainnya,” ujar Dirjen Belmawa (Pembelajaran dan Kemahasiswaan) Kemenristekdikti, Prof Dr Intan Ahmad, di sela peresmian perpustakaan digital UNY (Universitas Negeri Yogyakarta), di kampus setempat, Kamis (8/3).

Perpustakaan digital UNY yang diresmikan dan merupakan bantuan dari program 7 in 1 IDB itu keseluruhan koleksinya memakai format digital dalam sebuah arsitektur komputerisasi. Koleksi buku cetak per Februari 2018 tercatat 132.327 judul dengan jumlah eksemplar 283.899. Gedung dengan satu basement dan empat lantai dengan luas lebih kurag 600 meter persegi itu dilengkapi pula dengan berbagai fasilitas.

Perpustakaan Digital: Rektor UNY Prof Dr Sutrisna Wibawa pada peresmian perpustakaan digital di kampus setempat, Kamis (8/3).

Perpustakaan Digital: Rektor UNY Prof Dr Sutrisna Wibawa (berdiri) pada peresmian perpustakaan digital di kampus setempat, Kamis (8/3).

Intan mengapresiasi kehadiran perpustakaan digital itu yang dinilai bisa menjadi percontohan bagi perguruan tinggi lain di Indonesia. “Perpustakaan digital menjadi ruang bagi mahasiswa yang berkeinginan mengikuti mata kuliah di perguruan tinggi lain, di dalam maupun luar negeri, sehingga nantinya mahasiswa bisa mendapatkan sertifikat untuk mata kuliah tertentu dari perguruan tinggi lain dan disahkan perguruan tinggi asal,” tuturnya.

Ia pun mengharapkan, sistem baru pembelajaran itu bisa mengurangi disparitas nilai di antara perguruan tinggi. “Selama ini pemberian nilai antara satu perguruan tinggi dengan perguruan tinggi lain berbeda,” tandas Intan.

Rektor UNY Prof Dr Sutrisna Wibawa mengemukakan, perpustakaan digital yang terhubung dengan 71 perguruan tinggi lain ini diharapkan mampu mendukung target UNY mengenai penerbitan seribu jurnal internasional tahun ini. “Hingga Februari kemarin UNY sudah menerbitkan tiga ratus jurnal internasional,” jelasnya.

Data yang bisa diakses tidak hanya berupa buku-buku di perpustakaan dan skripsi konvesional UNY yang sudah dikonversi, namun juga berbagai jurnal internasional dari seluruh dunia. Perpustakaan digital yang dilengkapi 350-an unit komputer itu diharapkan pula mampu menunjang sistem pembelajaran mahasiswa dan dosen dengan materi serta hasil dari penilitian terbaru.

“Perpustakaan kami dilengkapi dengan ruang konferensi dengan akses internet cepat yang mampu menampung tiga ratus orang peserta, sehingga bisa dipergunakan seminar maupun kuliah umum bersama dosen atau ahli dari perguruan tinggi lainnya,” tutur Sutrisna lebih jauh. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan