Perpustakaan Kepung Kota Jogja

Perpustakaan: Pevita (perpustakaan alternatif di selatan kota Jogjakarta) menydiakan pula ruangan khusus bagi anak-anak usia PAUD.

Perpustakaan: Pevita (perpustakaan alternatif di selatan kota Jogjakarta) menydiakan pula ruangan khusus bagi anak-anak usia PAUD.

JOGJA – Menegaskan sebagai Kota Pendidikan, pemerintah kota Jogjakarta akan membangun perpustakaan di empat penjuru kota. Fasilitas tersebut sekaligus dimaksudkan untuk meningkatkan literasi masyarakat. Meningkatkan kembali minat baca masyarakat.

“Tahun depan (2019 – red.) akan kami buka lagi perpustakaan di Jogja Barat dan Jogja Utara. Sekarang perpustakaan sudah ada di pusat dan selatan kota,” ujar Walikota Jogjakarta, Haryadi Suyuthi, di sela peluncuran Pevita (perpustakaan alternatif di selatan kota), di Jalan Mayjend Sutoyo, Jogjakarta, Kamis (15/11).

Di sebelah timur kota sengaja pemkot Jogjakarta tidak membuka perpustakaan karena sudah ada perpustakaan besar di bawah pengelolaan pemda DIY. “Di timur sudah ada perpustakaan daerah di bawah pengelolaan pemda DIY. Juga di pusat dan selatan kota. Sehingga tinggal di bagian barat dan utara,” jelas Haryadi.

Sempat ada keluhan mengenai lahan atau calon lokasi perpustakaan di pinggir jalan besar yang saat ini tak dimiliki pemkot. Tapi bagi walikota, itu bukan kendala bagi pemerintahannya untuk membuka fasilitas perpustakaan bagi masyarakat.

“Lahan jangan dijadikan kendala. Untuk sesuatu yang baik, untuk pendidikan, untuk memajukan masyarakat, akan diupayakan semaksimal mungkin. Tak perlu lahan luas atau perpustakaan yang besar. Semuanya bisa dimulai dengan perpustakaan kecil dulu. Yang penting ada masyarakat sebagai penggunanya,” tandas Haryadi.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Jogjakarta, Wahyu Hendratmono mengemukakan, untuk memberikan pelayanan lebih kepada masyarakat, terutama para pelajar, perpustakaan di kota Jogja kini dibuka 20 jam per hari. Mulai pukul 07.30 WIB hingga 03.30 WIB keesokan harinya.

“Kami harus bekerja ekstra, memang. Tapi, buka dua puluh jam merupakan masukan sekaligus minat dari pemustaka atau pengunjung perpustakaan di Perpustakaan Kota, di Jalan Suroto, Kotabaru, Jogjakarta. Pun, semua itu, demi melayani masyarakat secara optimal,” ujar Wahyu.

Dengan koleksi 4.000 judul buku sebanyak 5.000 eksemplar, perpustakaan di selatan kota Jogjakarta itu juga menyediakan ruangan yang bisa dimanfaatkan bagi pemustaka untuk melakukan diskusi kelompok. Pun, bagi para pelajar atau mahasiswa untuk mengerjakan tugas sekolah atau tugas kuliah secara kelompok.

Bahkan ada ruangan khusus yang diperuntukkan bagi peserta didik PAUD, dengan fasilitas yang disesuaikan untuk anak usia tersebut. “Kepada para pemustaka pun dipersilakan mengusulkan judul buku, jika belum tersedia di perpustakaan. Maksimal dua kali tujuh hari, judul buku itu akan kami sediakan,” tutur Wahyu seraya menegaskan, perpustakaan di kota Jogjakarta pun telah ramah bagi warga disabilitas. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan