Persaingan Proliga 2019 Dipastikan Ketat

Proliga 2019: (kiri-kanan) Kapten tim puteri Jakarta Pertamina Enrgi Novia Andriyani, Manajer Puteri Pertamina Widi Triyoso, Direktur Proliga Hanny S Surkatty, Ketua Panitia Proliga Seri Pertama Putaran Pertama di Jogjakarta Ray Syahputra Muda Daulay, ofisial Pertamina Sutrisno, dan kapten tim putera Pertamina Agung Seganti, pada konferensi pers Proliga 2019, di GOR Amongrogo, Jogjakarta, Kamis (6/12).

Proliga 2019: (kiri-kanan) Kapten tim puteri Jakarta Pertamina Enrgi Novia Andriyani, Manajer Puteri Pertamina Widi Triyoso, Direktur Proliga Hanny S Surkatty, Ketua Panitia Proliga Seri Pertama Putaran Pertama di Jogjakarta Ray Syahputra Muda Daulay, ofisial Pertamina Sutrisno, dan kapten tim putera Pertamina Agung Seganti, pada konferensi pers Proliga 2019, di GOR Amongrogo, Jogjakarta, Kamis (6/12).

JOGJA – Kompetisi bolavoli paling bergengsi di tanah air, Proliga 2019, kembali digelar. Enam tim putera dan lima tim puteri akan saling berhadapan. Dipastikan persaingan Proliga 2019 akan lebih ketat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kualitas pemainnya lebih merata. Begitu pula pemain asingnya. Terutama di bagian puteri, persaingan dipastikan akan lebih ketat. Di bagian putera pasti akan seru juga,” tutur Direktur Proliga, Hanny S Surkatty, kepada wartawan, di GOR Amongrogo, Jogjakarta, Kamis (6/12).

Dengan tuan rumah Jakarta Pertamina Energi, GOR Amongrogo Jogjakarta kembali ditunjuk sebagai pembuka ajang kompetisi bolavoli paling bergengsi di tanah air itu, Jumat – Minggu (7-9/12). Amongrogo juga dipercaya menjadi ajang penutupan, grand final, pada 23-24 Februari 2019 mendatang.

Proliga 2019 dimulai lebih awal, yakni 7 Desember 2018 dan berakhir 24 Februari 2019, karena adanya Pilpres dan Pileg 2019. “Sedangkan Jogja kami tunjuk sebagai pembuka sekaligus penutup Proliga 2019 karena sukses penyelenggaraan maupun tingginya antusiasme penonton pada tahun-tahun sebelumnya,” tandas Hanny.

Ketua Seri Pertama Putaran Pertama Proliga di Jogjakarta, Ray Saputra Muda Daulay menjelaskan, hari pertama Jumat (7/12) akan dijual 300 tiket VIP dan 3.000 tiket tribun. Hari kedua, Sabtu (8/12), sebanyak 400 VIP dan 4.000 tribun. Hari terakhir, Minggu (9/12), disediakan 500 VIP dan 6.000 tribun.

Lima tim puteri pada Proliga 2019, masing-masing Jakarta Pertamina Energi, Jakarta Electric PLN, Jakarta Popsivo Polwan, Bandung bjb Pakuan, dan Jakarta BNI 46. Di bagian putera, Jakarta Pertamina Energi, Jakarta Garuda, Jakarta BNI 46, Surabaya Bhayangkara Samator, Palembang Bank SumselBabel, dan Sidoarjo Aneka Gas Industri.

Pada pertandingan pertama di GOR Amongrogo, Jumat (7/12), akan saling bertemu Bandung Bank bjb Pakuan dan Jakarta Pertamina Energi di bagian puteri, dimulai pukul 16.00 WIB setelah upacara pembukaan satu jam sebelumnya. Berikutnya tim putera Palembang Bank Sumselbabel melawan Surabaya Bhayangkara Samator.

Pertemuan dua tim puteri, Jakarta Pertamina Energi dan Bandung Bank bjb Pakuan merupakan partai ulangan final Proliga 2018 di GOR yang sama. Saat itu Pertamina menjadi pemenang dan berhak menyandang gelar juara musim 2018.

Manajer puteri Jakarta Pertamina Energi, Widi Triyoso, pada laga pembuka itu menargetkan untuk bisa meraih kemenangan. Tim besutan M Ansori itu memang ‘tancap gas’ sejak awal agar mengamankan posisi lolos ke final four untuk kemudian melaju ke grand final dan bisa mempertahankan gelar juara. “Itu target kami,” ungkap Widi.

Kekuatan Bandung Bank bjb Pakuan, diakui tidak seperti pada musim Proliga 2018. Materi pemain yang lalu seperti April Manganang dan Wilda SN Sugandhi tidak lagi dalam squad tim bank milik pemprov Jawa Barat itu. “Meski tidak dengan kekuatan materi pemain yang lalu, kita tidak meremehkan lawan,” tambah Widi. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan