Persaingan SBMPTN Makin Ketat

SBMPTN: Lima orang mewakili lima perguruan tinggi negeri di Jogjakarta menyampaikan penjelasan seputar pelaksanaan SBMPTN 2018 Panlok 46 Jogjakarta, di kampus UNY, Selasa (24/4).

SBMPTN: Lima orang mewakili lima perguruan tinggi negeri di Jogjakarta menyampaikan penjelasan seputar pelaksanaan SBMPTN 2018 Panlok 46 Jogjakarta, di kampus UNY, Selasa (24/4).

JOGJA – Minat masyarakat untuk menempuh studi – kuliah di perguruan tinggi – semakin tinggi. Di sisi lain, daya tampung perguruan tinggi relatif tetap. Artinya, persaingan untuk masuk ke perguruan tinggi pun menjadi semakin ketat. Jumlah pendaftar dengan yang diterima masuk perguruan tinggi tak sebanding. Minat tinggi itu pun dipicu oleh kemudahan yang terus diberikan pemerintah. Salah satunya memperbesar jumlah beasiswa yang disediakan.

Termasuk SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) diyakini jumlah pendaftarnya akan semakin meningkat dibandingkan tahun kemarin. “Artinya, persaingan untuk lolos SBMPTN akan semakin sengit,” ujar Wakil Rektor I UNY, Prof Dr Margana MHum, saat menjelaskan pelaksanaan SBMPTN 2018 Panlok (Panitia Lokal) 46 Jogjakarta, di kampus UNY, Karangmalang, Jogjakarta, Selasa (24/4).

SBMPTN 2018 Panlok 46 Jogjakarta diikuti lima perguruan tinggi, masing-masing UNY, UGM, UIN Suka, UPN Veteran, dan ISI Jogjakarta. Daya tampung mahasiswa baru melalui jalur SBMPTN lima perguruan tinggi tersebut sebesar 6.644 kursi, sementara jumlah peminat hingga hari terakhir pendaftaran, Jumat (27/4), diperkirakan akan mencapai 46.000 orang. “Jelas, persaingan akan ketat,” tandas Margana.

Minat masyarakat untuk menempuh bangku kuliah yang semakin tinggi, menurut Margana, tak lepas dari upaya pemerintah untuk semakin membuka lebar kesempatan bagi semua anak bangsa untuk bisa kuliah. Salah satunya, memperbesar jumlah beasiswa Bidikmisi yang diperuntukkan bagi lulusan SMA yang berasal dari keluarga kurang mampu. Tahun ini pemerintah menyediakan 90.000 beasiswa Bidikmisi. Lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hal senada juga disampaikan para wakil dari UPN Veteran, ISI Jogjakarta, UIN Suka, dan UGM. Rata-rata jumlah pendaftar SBMPTN tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun lalu. “Dari jumlah pendaftar SBMPTN sudah bisa dipastikan persaingan untuk bisa diterima sebagai mahasiswa baru akan semakin sengit,” ujar Wakil Rektor I UPN Veteran Jogjakarta, Dr Irhas Effendi MS.

Yang agak menarik, ada pergeseran minat terhadap program studi yang dipilih dibandingkan tahun kemarin. Lima program studi di UNY yang banyak dipilih, berturut-turut Manajemen, Akuntansi, Ilmu Komunikasi, PGSD, dan Administrasi Negara. Sedangkan di UPN, program studi Manajemen menjadi yang terfavorit. “Yang menarik di UPN tahun ini Teknik Pertambangan dan Teknik Perminyakan menjadi program studi yang menjadi pilihan pertama pendaftar,” papar Irhas.

Kepala Admisi UIN Suka, Ridwan mengemukakan, program studi umum yang paling diminati di UIN Suka adalah Psikologi dan Ilmu Komunikasi. “Untuk program studi sainstek sebenarnya relatif kurang peminatnya. Artinya ini menjadi kesempatan emas bagi para pendaftar. Tingkat persaingannya relatif rendah karena peminatnya tidak sebanyak program studi Soshum,” katanya.

Pergeseran terhadap program studi yang diminati, menurut Kabag Humas UGM Dr Iva Ariani MHum, juga terjadi di UGM. Untuk prgram studi eksakta tahun ini Ilmu Komunikasi, Teknik Arsitektur, dan Kedokteran. Tahun lalu, Kedokteran, Farmasi, dan Teknik Sipil. Sedangkan untuk non eksakta, tahun ini Manajemen, Akuntani, dan Psikologi. Sedangkan tahun kemarin, berturut-turut Hukum, Psikologi, dan Manajemen. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan