Perusahaan Harus Peduli Lingkungan

IMG_20170325_215953
JOGJA – Sebuah perusahaan tidak bisa mengesampingkan keberadaan lingkungan di sekitarnya. Dibutuhkan sebuah sistem yang bisa mengatur keberlanjutan perusahaan secara efisien, namun tetap memperhatikan aspek lingkungan.
“Hal itu dapat dilakukan dengan menerapkan Green Management System, sebuah perangkat proses standar dan praktik yang membantu perusahaan untuk meningkatkan keberlanjutannya dengan merencanakan, melakukan, mengevaluasi, dan mengatur kebijakan lingkungan,” tutur Prof Shu-Hsien Liao, dari Tamkang University, Taiwan, saat menyampaikan pidato kunci dalam ICoMS (International Conference of Management Science) 2017, di Kampus Terpadu UMY, Rabu (22/3).
Green Management, menurutnya, sebagai konsep manajemen dalam binis namun tetap memperhatikan lingkungan. “Konsep Green Management sekarang menjadi perhatian di kalangan akademika. Green Management menunjukkan konstruksi green business yang jika diterapkan dalam sebuah perusahaan dapat mencegah efek negatif dalam lingkungan sosial dan lingkungan, namun tetap dapat menguntungkan bagi perusahaan,” jelasnya.
Terdapat tiga level dalam penerapan sistem Green Management oleh sebuah perusahaan, yaitu pengembangan aturan lingkungan, perencanaan sistem untuk penerapan aturan, dan penerapannya dalam praktik. “Aturan harus berisi tentang komitmen perusahaan untuk fokus pada lingkungan. Pada level kedua, rencanakan sistem pada perusahaan. Dan ketiga, penerapannya,” lanjutnya.
Pengembangan Green Management sendiri bukan barang baru di dunia internasional. Beberapa negara telah menerapkan Green Management sebagai rencana jangka panjang mereka peduli terhadap lingkungan. “Tiongkok telah menerapkan dan menetapkannya sebagai salah satu isi dari rencana panjang dua puluh lima tahun untuk pembangunan ekonomi dan sosial,” contohnya.
Malaysia, imbuh Shu-Hsien, juga membentuk green growth, istilah untuk menggambarkan jalur pertumbuhan ekonomi yang menggunakan sumberdaya alam secara berkelanjutan, sebagai paradigma fundamental pembangunan ekonomi 2020. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan