Petani Diharapkan Andal Jalankan Multi Perannya

IMG_20160911_203839
Bambang Sugiharto/Jurnal Jogja
 
JOGJA (jurnaljogja.com) – Para petani diharapkan andal dalam menjalankan multi perannya, baik peran sebagai produsen, manajer/ pemimpin, wirausaha maupun fasilitator. Petani- belajar- kepada- petani. Ini dimaksudkan untuk menghadapi banyaknya perubahan pada lingkungan strategis pembangunan pertanian maupun tantangan untuk bersaing di pasar global,
     Hal tersebut disampaikan  Ir Ajat Jatnika, MSc dari Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Bandung Barat, dalam mempertahankan disertasinya untuk meraih derajat  doktor di Sekolah Pascasarjana UGM, Jogjakarta Jumat (9/9).
Menurut promovendus, kompetensi petani fasilitator yang dimoderasi empati hingga kini belum secara optimal mendorong efektivitas Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S). Karena itu perlunya mendeskripsikan kembali gejala dan fakta terkait multi peran petani, menganalisis tiga kluster kompetensi (pengetahuan, sikap mental, keterampilan) peran petani sebagai fasilitator terhadap efektivitas P4S. Dan,  menguji empati memoderasi hubungan kluster kompetensi petani sebagai fasilitator dan efektivitas P4S. Ia berharap, dengan menggunakan metode penelitian gabungan pendekatan kualitatif dan kuantitatif serta dengan strategi transformatif sekuensial, maka akan bisa menjawab semua itu.
Dalam disertasinya berjudul  “Peran Kluster Kompetensi Petani Fasilitator Yang Dimoderasi Empati Terhadap Efektivitas Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya di Provinsi Jawa Barat disebutkan,  petani fasilitator P4S Jawa Barat berhasil memadukan perannya sebagai “model aktor rasional”nya sebagai produsen, manajer/ pemimpin dan wirausaha bidang pertanian.  “Model pembelajarannya berhasil berpartisipasi aktif pada penyuluhan pembangunan, baik dengan pendekatan “petani-pelajar-kepada-petani” maupun kemampuan  memfasilitasi pembelajaran. Terutama fasilitas-fasilitas pembelajaran untuk non petani, seperti pelajar/ mahasiswa, ibu-ibu PKK, calon purnabhakti perusahaan swasta.
      Widyaiswara Pertanian, BBPP Lembang, Jawa Barat ini menyampaikan, keberhasilan menjalankan perannya sebagai fasilitator, itu karena petani melakukan pertukaran sosial yang secara sekuensial dimulai dengan pertukaran timbal balik di antara petani fasiltator dan pemerintah.  Dilanjutkan pertukaran negosiasi di antara petani fasilitator dan kliennya (pihak penyandang dana dan pembelajar). Dukungan sosial yang diperoleh petani fasilitator adalah dari petugas pertanian, keluarga, tetangga dan sesama petani sekitarnya. (bam)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan