Picabre Media Pembelajaran Bagi Tunanetra

IMG_20170404_152508
JOGJA – Sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah, matematika juga diajarkan kepada anak berkebutuhan khusus di antaranya penyandang tunanetra. Media belajar untuk anak tunanetra yang sering ditemui, yaitu riglet dan pena untuk menulis, mesin ketik Braille, printer Braille, abacus, penggaris Braille, komputer bicara, dan bangunan-bangunan yang terbuat dari kayu.
Namun anak tunanetra sangat kekurangan media belajar atau alat peraga dalam pelajaran yang membutuhkan visualisasi. Dalam pelajaran matematika, misalnya, anak tunanetra tak dapat mempelajari secara maksimal materi-materi yang diberikan guru karena minimnya alat peraga yang tersedia. Atau, guru tak bisa mendeskripsikan gambar menjadi teks yang lebih mudah dipahami oleh anak tunanetra.
Guna mengatasi kendala tersebut perlu adanya bantuan media pembelajaran yang berfungsi memberikan pemahaman lebih dalam terhadap materi pelajaran. Mahasiswa UNY, Sayidatul Maslahah dan Imam Budi Prasetya dari prodi Pendidikan Luar Biasa Fakultas Ilmu Pendidikan, serta Arif Dwi Hantoro dari prodi Pendidikan Matematika Fakultas MIPA, pun membuat media pembelajaran matematika untuk tunanetra yang mereka namai ‘Picabre’ (Playing Cards of Braille).
Media pembelajaran matematika untuk tunanetra terutama pada materi Peluang, menurut Imam, masih sangat kurang. “Meski sangat membantu namun pengembangan media belajar ini sangat bergantung pada kreatifitas guru dan kemandirian anak,” ujar mahasiswa yang juga seorang tunanetra itu.
Sayidatul menambahkan, pembuatan media pembelajaran itu memanfaatkan cangkang kartu perdana yang sudah tak terpakai. Dengan memberi tulisan dan kode pada kartu akan membantu anak tunanetra membedakan antara satu kartu dengan kartu-kartu lainnya. “Dengan cara itu, kami berharap dapat membantu anak tunanetra untuk lebih memahami materi peluang atau materi-materi matematika yang sering memanfaatkan kartu remi dalam pembuatan soal,” katanya.
Media pembelajaran itu telah dipraktikkan di klas IX MTs LB A Yaketunis Jogjakarta. “Hasil wawancara kami dengan guru di Yaketunis menunjukkan, dalam kegiatan pembelajaran matematika khususnya materi Peluang selama ini sudah baik dan sesuai rencana, namun guru masih mempunyai hambatan belum adanya media yang dapat digunakan untuk membantu menyampaikan materi kepada siswa,” ungkap Arif.
Menurut salah seorang siswa MTs LB A Yaketunis, selama ini belajar masih dengan membayangkan saja karena belum adanya media yang dapat memvisualkan materi tersebut. Picabre merupakan salah satu ujud pengembangan media pembelajaran pengenalan materi peluang  bagi anak tunanetra.
“Rancangan atau desain Picabre dapat digunakan oleh anak-anak tunanetra secara baik karena kejelasan penggunaan huruf Braille di dalamnya. Terbukti ada peningkatan kemampuan peserta didik saat melakukan pembelajaran dengan media pembelajaran tersebut. Namun  saat  melakukan pembelajaran masih diperlukan pendampingan dari guru agar tidak terjadi kesalahpahaman konsep tentang media pembelajaran. Selain itu, bantuan buku panduan yang dapat mengarahkan siswa supaya mudah memahami konsep materi peluang secara baik,” jelas Arif. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan