Pilkada, Pilih Pemimpin Yang Sejahterakan Rakyat

IMG_20160830_161513

JOGJA (jurnaljogja.com) – Jelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) langung pada Rabu, 15 Pebruari ini,  secara umum dinamika politik di wilayah Jogjakarta berjalan kondusif. Suasana aman dan nyaman tersebut memberi ruang bagi warga Kota Jogja dan warga Kulonprogo dalam memilih calon pemimpinnya.
      “Apalagi,  partisipasi aktif warga Jogja dalam proses Pilkada selama masa kampanye yang berlangsung tiga bulan terakhir layak diapresiasi. Semua kegiatan yang dilakukan para pasangan calon, berlangsung aman dan tertib hingga tidak menimbulkan sesuatu yang berarti,” kata Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, Sabtu (11/2).
    Menurut dia, masa kampanye sudah diisi dengan model dialogis dan intens yang dilakukan masing-masing pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jogja maupun Cabub dan Cawabub Kulonprogo. “Untuk itu, kita semua perlu menjaga Pilkada yang berbudaya ,” ajaknya.
      Eko mengatakan, untuk mewujudkan proses berdemokrasi dalam Pilkada 2017 ini memang tidak bisa hanya menjadi tugas  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Jogjakarta maupun KPU Kulonprogo dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) semata,  tetapi juga masing-masing pasangan calon dan masyarakat.
      Diharapkan Pilkada dengan suasana aman dan berbudaya bisa membawa Kota Pelajar  dan Kabupaten Kulonprogo memiliki pemimpin tegas, disiplin dan selalu berpihak mewujudkan kesejahteraan rakyat. ”Mari sama-sama kita jaga proses Pilkada di Jogja dan Kulonprogo,” tambahnya.
      Politisi muda PDI Perjuangan menjelaskan, wujud Pilkada bermartabat berbudaya,adalah pelaksanaan tanpa politik uang dan tak terjadi kecurangan. Warga Jogja yang tersebar di 14 kecamatan saat ini butuh pemimpin baru yang mau hadir memberikan kerja nyata di lapangan. Tidak menghindar jika ada masalah dan memberikan solusi atas beragam persoalan. Karena itu, Jogja sudah waktunya berubah untuk dapatkan pemimpin yang merakyat, butuh perubahan nyata.
    “Masyarakat selama ini menderita merasakan kemacetan, banjir, genangan air akibat pembiaran perubahan peruntukan lahan resapan air menjadi hotel. Keadaan ini tidak boleh dibiarkan, ayo atasi kemacetan dan banjir serta genangan air dengan memilih pemimpin baru yang cinta lingkungan hidup,” ajak Wakil Sekretaris Pengda Kagama DIY ini. (bam)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan