Pinasthika Gelaran Insan Kreatif

IMG_20161103_004206
Anggoro Rulianto/Jurnal Jogja
Pemotongan tumpeng awali gelaran Pinasthika Creativestifal.
JOGJA – Untuk kali ke-17, P3I Pengda DIY didukung sepenuhnya Bekraf dan P3I pusat menggelar ‘Pinasthika Creativestifal’. Gelaran tahunan itu kali ini mengusung tema ‘AwakeOn’, yang akan dihelat di Hartono Mall Jogjakarta, 3 s/d 6 November ini.
“Melalui tema tersebut kami ingin mengajak semua insan kreatif dari berbagai bidang untuk sejenak memikirkan tujuan hidup kita semua dan capaian yang harus dijalani bersama dalam sebuah ekosistem kreatif,” ujar Chief Happiness Officer, Affi Khresna, kepada wartawan, di Hartono Mall Jogjakarta, Selasa (1/11).
Model ekosistem kreatif, lanjut Affi, akan mengubah pemain kreatif lokal menjadi pemain utama, masing-masing memiliki hubungan dengan masyarakat, berkumpul untuk berbagi ide dan bereksperimen dengan cara-cara baru untuk memperkuat keterlibatan mereka di ekonomi kreatif Indonesia.
Sejak 1999 Pinasthika Creativestival tumbuh sebagai statement festival kreatif Indonesia yang dalam 16 tahun penyelenggaraan telah menjadi parameter industri kreatif lokal Indonesia yang tidak hanya berbicara tentang advertising dan desain grafis, tetapi juga berkolaborasi dengan 16 sub sektor ekonomi kreatif lainnya.
Di tahun kemarin tercatat selama empat hari pelaksanaan menghadirkan 360 Seminars Audience, 45 Creative Community, 60+ Creative Product, 1970 Gallery Audience, dan melombakan tujuh Main Category, 974 Award Entry, dan menghasilkan 81 Award Metal.
Puncak festival dilangsungkan dalam empat hari untuk mengulas ide-ide, memberikan akses pada jaringan kreatif, inspirasi dari insan dan pemimpin kreatif. Dikemas dalam sebuah festival yang dinamis dihadiri perusahaan startup, perusahaan kreatif, universitas, usaha kecil menengah, komunitas dan berbagai gerakan sosial.
Creative Movement Gallery, merupakan salah satu acara dari serangkaian kegiatan Pinasthika tahun ini. “Acara ini merupakan sebuah pameran dari karya iklan, desain grafis, film, terbaik saat ini serta karya terkurasi terdiri dari desain produk, social movement, dan furniture,” ungkap Creative Movement Gallery Manager, Muh Zakki.
Kegiatan lain, 10 hours creative seminar yang menghadirkan narasumber tingkaat nasional dan regional dari berbagai lintas industri, creative workshop yang dikemas dalam workshop pararel dengan kuota 50 orang untuk setiap workshop selama dua hari dengan mentor berkompeten yang secara khusus mensimulasikan proses kreatif dalam suasana kerja tim dan penugasan.
Ada pula gelaran creative product workshop bagi pemilik produk kreatif yang mengasah wawasan kompetisi, media promo dan branding; advertising & graphic design competition sebagai penghargaan karya iklan dan desain grafis terbaik yang menjadi parameter kemajuan industri periklanan Indonesia. (rul)
CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan