Politik Kebangsaan Rekatkan Indonesia

djarot
SLEMAN – Proses politik pada Pilpres 2019 dipastikan berlangsung dinamis. Tapi, harus mengedepankan politik yang berbudaya dan membawa ke persatuan bangsa. Kampanye berbudaya merupakan pilihan yang baik untuk mengenalkan program kepada rakyat.

“Pendidikan budaya mendesak dikerjakan oleh Indonesia. Kita semua ingin elit yang berbudi halus, menghargai orang. Kehalusan budi ini yang semestinya menjadi modal penting dalam Pilpres 2019,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, saat mengisi Safari Kebangsaan, di kantor DPC PDI Perjuangan Sleman, DIY, Senin (26/11).

Meski dalam Pilpres nantinya berbeda pilihan, imbuh Djarot, tapi semua pihak harus ingat masih dalam satu ikatan kebangsaan, Indonesia. “Kita satu bangsa. Satu kesatuan. Mari kita buat suasana Pilpres 2019 menjadi lebih sejuk. Ayo terus ingat, kita itu satu bangsa. Jangan saling menistakan. Beda pilihan biasa,” tandasnya.

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menyatakan, melalui Safari Kebangsaan dengan berkeliling ke daerah, diharapkan bisa menggugah semangat kader dalam menyampaikan program partai. Ia membacakan pula beberapa poin Perintah Harian Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Hasto menyatakan pentingnya membangun martabat sebagai bangsa yang berdaulat, menjadi bangsa Indonesia yang menjunjung persatuan. “Melalui semangat kebangsaan, ada kepentingan nasional. Saatnya merekatkan Indonesia yang beragam. Jangan dirusak dengan politik yang memecah belah,” katanya.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Eko Suwanto mengemukakan, kita yang menjadi petugas partai di DPRD juga mengawal kebijakan pro rakyat Pak Jokowi dengan berbagai kebijakan pembangunan di daerah untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan