PPP Bidik Tiga Besar

romy
JOGJA – Mendasarkan diri pada hasil survei, Ketum PPP (Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan) Romy (Muhammad Romahurmuziy) optimistik partai politik yang dipimpinnya mampu mendulang suara secara maksimal pada Pemilu 2019 mendatang hingga bertengger kembali pada posisi tiga besar perolehan suara untuk DPR RI.

“PPP ingin kembali ke posisi ketiga. Dan saya optimis dengan soliditas seluruh kader. Survei pun menunjukkan PPP terus mengalami kenaikan. Terlebih masih ada waktu masa kampanye tujuh bulan ke depan. Semua itu makin mendekati terwujudnya tiga besar,” ujar Romy, di Jogjakarta, Jumat (5/10) malam, di sela pembekalan caleg PPP se DIY, yang diselenggarakan oleh DPW PPP DIY.

Penambahan suara, lanjut Romy, sebagian diharapkan dapat diperoleh dari para pemilih di DIY. “Dengan begitu, dari pemilihan di DIY dapat diperoleh kembali satu atau dua kursi di DPR, seperti masa-masa silam, setelah pada periode belakangan ini sempat kosong,” katanya.

Harapan sama juga disampaikannya untuk DPW PPP DIY. “Melalui soliditas yang kuat, untuk DPRD DIY maupun DPRD di seluruh kabupaten/kota di DIY, diharapkan juga mampu memperoleh suara secara optimal sehingga paling tidak mampu membentuk satu fraksi tersendiri di masing-masing daerah setempat,” tandas Romy.

Selain sebagai ajang konsolidasi, pembekalan yang juga digelar di seluruh DPW se Indonesia itu sekaligus dimanfaatkan sebagai taaruf para caleg di daerah dengan caleg DPR RI yang maju dari daerah pemilihan setempat. “Melalui acara pembekalan ini pula seluruh caleg diharapkan memahami betul peraturan tahapan pemilu, karenanya KPU dan Bawaslu kami hadirkan sebagai narasumber,” papar Romy.

Dibicarakan pula seputar strategi pemenangan pemilu, sekaligus positioning PPP dalam proses pemenangan Pileg maupun Pilpres. Terkait itu, Romy berpesan agar seluruh caleg mampu memanfaatkan media sosial secara optimal. “Secara khusus, kampanye melalui media sosial oleh KPU masih sangat dibebaskan, dalam konteks waktu dan mekanismenya dibandingkan dengan kampanye melalu media luar ruang maupun melalui televisi,” tuturnya kemudian.

Media sosial, imbuh Romy, saat ini menjadi pegangan generasi milenial yang juga merupakan pemilih pemula. Demografi telah berubah. Pemilih pemula yang juga merupakan kaum milenial, mereka yang berusia 35 tahun ke bawah, besarnya mencapai 35 persen. “Bahkan hingga saat pemilu nanti tambahan pemilih pemula diperkirakan mencapai tujuh juta orang. Karenanya, penggunaan media sosial wajib dilakukan,” tandasnya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan