Prestasi Akademik Dan Tidak Hoax Itu Bela Negara

 IMG_20170119_174321
JOGJA – Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dan Kapolda DIJ Brigjen (Pol) Ahmad Dofiri menekankan pentingnya bela negara di kalangan mahasiswa. Tidak harus pendidikan yang berbau militer, tapi menunjukkan prestasi akademik serta tidak menyebarkan berita ‘hoax’ pun sudah termasuk bela negara.
“Memahami serta mengamalkan nilai-nilai Pancasila untuk menjunjung tinggi kebhinekaan, patriotisme dan nasionalisme itu sudah termasuk dalam upaya mewujudkan bela negara,” ujar Ryamizard di hadapan peserta Rapat Koordinasi PTS-Aptisi dengan tema ‘Peran PTS dalam Bela Negara’, di Hotel Sahid Jogja, Rabu (18/1) sore.
Para mahasiswa pun bisa menjadi pelopor bela negara melalui torehan prestasi akademik. Dari prestasi akademik di lingkup kampus, diharapkan bisa lebih meluas dalam skala nasional, kemudian internasional. Dengan begitu potensi mahasiswa bisa menjadi sebuah kebanggaan bagi negaranya.
“Jika kualitas mahasiswa kita lebih unggul dari negara lain itu jelas membanggakan negara. Prestasi yang dipersembahkan mahasiswa tersebut jelas sumbangan besar dalam upaya bela negara,” tandas Ryamizard.
Kapolda DIY Brigjen (Pol) Ahmad Dofiri dalam kesempatan sama juga menjabarkan mengenai peran yang bisa diambil mahasiswa dalam upaya bela negara. Berpartisipasi dalam program bela negara bisa dilakukan dengan cara yang simpel.
“Tidak menyebarkan berita hoax yang menyebabkan permusuhan antar-kelompok, itu sudah termasuk bela negara. Peran serta mahasiswa turut mencegah penyalahgunaan narkoba juga sudah termasuk upaya partisipasi dalam bela negara,” tutur Dofiri kemudian. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan