Promosi Gratis Ke Hungaria

Hungaria: Ketua Stipram Jogjakarta, Suhendroyono (empat kanan) bersama jurnalis televisi asal Hungaria yang selama tiga hari, 26-28 Oktober 2018, mengunjungi Jogjakarta, atas kerjasama dengan Aptisi DIY.

Hungaria: Ketua Stipram Jogjakarta, Suhendroyono (empat kanan) bersama jurnalis televisi asal Hungaria yang selama tiga hari, 26-28 Oktober 2018, mengunjungi Jogjakarta, atas kerjasama dengan Aptisi DIY.

JOGJA – Indonesia tengah gencar meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan mancanegera. Selain menggenjot perbaikan maupun penyempurnaan objek wisata, promosi juga terus dilakukan. Beruntung, atas kerjasama dengan Aptisi (Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia), Stipram (Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo) Jogjakarta, kedatangan enam jurnalis televisi asal Hungaria.

“Kami merasa sangat beruntung. Kedatangan enam jurnalis televisi itu ibaratnya promosi gratis ke Hungaria. Tanpa keluar biaya besar, kita sudah bisa promosi karena hasil liputan mereka selama di Indonesia akan ditayangkan di negaranya,” ungkap Ketua Stipram, Suhendroyono, di kampus setempat, Minggu (28/10) malam.

Selain disambut segenap pengurus Aptisi DIY, Stipram juga menyambut kedatangan enam jurnalis ditambah satu orang dari kedutaan itu dengan menyuguhkan kesenian rakyat Jathilan. Para jurnalis asal salah satu negara di Eropa Timur itu juga tampak terkagum-kagum menyaksikan beberapa tarian yang disuguhkan pada makan malam perpisahan itu.

Selain promosi gratis tentang pariwisata di Jogjakarta maupun Indonesia, Suhendroyono juga memanfaatkan kedatangan enam jurnalis tersebut untuk mengenal lebih jauh tentang perguruan tinggi yang dipimpinnya. “Kami mengatakan kepada mereka, Stipram fokus mengajarkan tentang pariwisata kepada mahasiswa,” tuturnya.

Keenam jurnalis, terutama staf kedutaan, itu pun mengaku senang bisa mengunjungi langsung kampus Stipram. “Ternyata, menurut staf kedutaan itu, ada dua lulusan Sarjana dari Stipram yang saat ini bekerja di kedutaan. Karena itu, mereka sangat antusias saat bisa menginjakkan kaki di kampus Stipram,” ujar Suhendroyono tanpa berusaha menutupi kebanggaannya.

Sedangkan para jurnalis itu juga mengaku sangat senang sekaligus terkagum-kagum saat mengunjungi Indonesia, khususnya Jogjakarta. Mereka mengatakan secara terus terang, Indonesia sangat indah. Begitu pula dengan Jogjakarta dengan kekayaan budayanya. “Tiga hari tak cukup bagi kami untuk merekam semua keindahan Jogjakarta,” ungkap Gloria, salah seorang jurnalis televisi Hungaria.

Hungaria memiliki sekitar 10 juta penduduk. Tapi jumlah kunjungan wisatawannya mencapai tak kurang dari 20 juta orang. “Mereka bisa mendatangkan turis sebanyak itu. Kita patut belajar kepada mereka,” tandas Suhendroyono. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan