Puisi Dalam Tarian Hujan Karya Jane Ardaneshwari Bakal Mengisi Sastra Bulan Purnama

IMG_20170203_131546
Bambang Sugiharto/Jurnal Jogja
JOGJA (jurnaljogja.com) – Sastra Bulan Purnama (SBP) edisi 65 bertajuk ‘Puisi Dalam Tarian Hujan’ bakal digelar di Tembi Rumah Budaya, Jln Parangtritis Km 8,5 Bantul, Yogyakarta,  Jumat, 10 Februari mendatang.
     Koordinator acara, Ons Untoro menjelaskan, Tarian Hujan merupakan judul antologi puisi karya Jane Ardaneshwari dalam dua bahasa Inggris dan Indonesia. Untuk antologi puisi berbahasa Inggris berjudul ‘Dancing Rain’.
    Selain Jane Ardaneshwari akan tampil pula membacakan puisi karyanya dan karya karya Jane, ialah aktor teater dari Yogya Landung Simatupang,  artis film Annisa Hertami, Gendis Pawestri, Rully Ismada, Choen Supriyatmi, Otokbima Sidharta dan Pritt Timothy. Puisi karya Jane juga akan digubah menjadi lagu oleh Rimawan Ardono, yang sudah menggubah beberapa puisi karya penyair lain.
     Sementara sastrawan Remy Sylado yang memberi pengantar buku ‘Dancing Rain’ karya Jane Ardaneshwari  mengatakan,  menulis puisi bukan semata hanya berlandas pada apa yang ‘mau’ dikatakan. Akan tetapi  juga pada apa yang ‘patut’ dan ‘harus’ dikatakan, disertai antara keinginan-keinginan yang seyogyanya dikatakan dengan bebas, yaitu terhadap sesuatu yang barangkali sama dikonteks kasat-mata namun niscaya berbeda dikontekss kasat-atma.“Dari dulu saya menilhat Jane di situ” ucap Remy Sylado.
            Antologi puisi ‘Dancing Rain’ setebal 190 halaman termasuk cover ini menyajikan 180 puisi dalam dua bahasa Indonesia dan Inggris. Satu halaman, secara berdampingan dimuat puisi dalam dua bahasa, sehingga pembaca bisa langsung menikmatinya terjemahaannya dalam bahasa Inggris.
            Jane Ardaneshwari, selain menulis puisi juga dikenal sebagai wartawan dan editor. Sebagai penyair, puisi-puisinya dipublikasikan di Kompas, Sinar Harapan, Suara Pembaruan, Suara Karya dan sejumlah media lainnya. Selain itu, puisinya tergabung dalam antologi puisi bersama dengan para penyair lainnya, di antaranya antologi puisi ‘Negeri Langit’ yang memuat 153 penyair dari berbagai kota di Indonesia. “Bagi saya, menulis sajak adalah kontemplasi verbal, refleksi kehidupan sehari-hari yang disampaikan secara lirih,” kata Jane.
       Ons menyebut puisi-puisi karya Jane Ardaneshwari yang berjudul ‘Dancing Rain’ ini ditulis dengan nafas pendek dan suasananya basah. Sehingga membawa kesejukan bagi pembacanya, meskipun menyajikan tema sosial, tetapi ditulis dengan cara sejuk dan santun. Tidak ada nuansa berteriak pada puisinya.
            “Antologi puisi ini, saya kira merupakan antologi puisi pertama Jane, setelah ia lama tenggelam dalam kerja jurnalistik dan tulisan-tulisan kolom lainnya. Dan, Jane tak bisa lari jauh dari sastra lebih-lebih puisi,” tambahnya. (bam)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan