‘Pulang ke Kotamu’ di Tembi Rumah Budaya

JOGJA (jurnaljogja) -Selama ini, Sastra Bulan Purnama (SBP) yang digelar di Tembi Rumah Budaya, Jalan Parangtritis Km 8,5  Bantul, Jogjakarta hanya menyajikan baca puisi. Namun pada perhelatan  edisi 56 bakal menyuguhkan cerpen, yang terkumpul dalam antologi cerpen ‘Pulang Ke Kotamu’. Ini merupakan karya delapan cerpenis dan semuanya perempuan. Acara bakal digelar Senin, 23 Mei mendatang pukul 19.30 WIB.
            Pada launching antologi cerpen nanti  beberapa cerpen akan diolah menjadi pertunjukan. Dilakukan Kelompok Belajar Pertunjukan Sastra (KBPS) pimpinan dan sutradara Anes Prabu, dan dramatik reading oleh Annisa Hertami dan Gendis Pawestri. Para cerpenis lainnya akan membacakan cuplikan cerpen.
      Koordinator SBP, Ons Untoro mengakui, selama ini SBP hanya menyajikan puisi,  padahal karya sastra bukan hanya puisi, melainkan ada cerpen dan novel. “Maka, untuk kali nanti, SBP memberi ruang antologi cerpen. Ini dimaksudkan agar orang tahu bahwa Sastra Bulan Purnama bukan hanya untuk puisi,” katanya, Senin (16/5).
            Menurutnya, dalam pertunjukan SBP, selama ini sebenarnya cerpen sudah diberi ruang dan dipentaskan dalam bentuk pertunjukan drama, bukan hanya sekedar dibacakan seperti puisi. Bahkan, selain dramatisasi cerpen dan puisi, SBP juga memberikan ruang untuk lagu puisi dan tari puisi.
            Selain pertunjukan cerpen, dalam SBP edisi 56  nanti akan diisi pertunjukan tari, yaitu tari topeng yang akan dipentaskan oleh Riana D.Sitharesmi, seorang mahasiswi S3 UGM dan alumni Jurusan Tari Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja. “Kebetulan Riana sedang suntuk mempelajari tari topeng Cirebon, sehingga merasa perlu menampilkannya di depan publik,” tuturnya.
            Para cerpenis yang karyanya tergabung dalam antologi cerpen ‘Pulang Ke Kotamu’, selain menulis puisi, seperti dilakukan oleh Aida Milasari, Selsa, Ardi Susanto, Ristia Herdiana, Listyaning, Umi Kulsum dan ada yang sudah menerbitkan novel, misalnya Endah Raharja dan Diah Rofika.
            Kegiatan para cerpenis perempuan ini tidak hanya berkutat di sastra, melainkan juga bergiat di bidang lain, semisal sebagai aktivis perempuan, seperti dilakukan Aida Milasari dan Diah Rofika. Juga ada yang beprofesi sebagai guru, seperti Ardi Susanti, Umi Kulsum, Listyaning, dan lainnya. Di pertunjukan nanti, mereka memang bari pertama kali tampil di SBP, biasanya mereka tampil membacakan puisi karyanya. (bam)
CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan