Puluhan Desa Anti Politik Uang

Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono

Ketua Bawaslu DIY, Bagus Sarwono

JOGJA – Indonesia menjadi salah satu contoh negara di dunia yang mampu melaksanakan pemilu secara demokratis. Kendati begitu, setiap kali pesta demokrasi itu tiba, masih saja marak adanya politik uang. Terutama di pelosok, di desa-desa.

Kali ini DIY cukup istimewa karena 40 desa telah menyatakan sebagai wilayah anti politik uang. “Istimewa sekaligus membanggakan karena tak ada daerah lain seperti itu,” ujar Ketua Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) DIY, Bagus Sarwono, pada Pembekalan dan Penerjunan KKN Tematik Pengawasan Pemilu 2019, di kampus UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), Rabu (20/3).

Keistimewaan lain, lanjut Bagus, belum ada daerah lain yang menerapkan KKN (Kuliah Kerja Nyata) mahasiswa secara tematik melaksanakan pengawasan pemilu. “Para mahasiswa peserta KKN diharapkan mampu meminimalisir politik uang, serta ikut mengawasi hingga pelaksanaan pungut hitung suara bisa berjalan jujur dan adil,” tuturnya kemudian.

Wakil Rektor bidang Akademik UMY, Dr Sukamta ST MT mengemukakan, sebenarnya kerjasama dengan Bawaslu RI pernah pula dilakukan UMY pada 2009 silam. Kerjasama serupa tahun ini dilakukan kembali.

“Selayaknya pesta, maka mahasiswa diharapkan bisa turut serta menjaga kondisi agar pesta demokrasi berjalan penuh bahagia, serta jangan menyebabkan orang lain menjadi sedih meski pada akhirnya tidak semua bisa bahagia maupun berlaku jujur,” pesan Sukamta kepada segenap mahasiswa yang hadir.

Ia pun mengharapkan, para mahasiswa selama menjalani KKN Tematik ini bisa belajar tentang kejujuran, transparansi, tanggungjawab, serta keadilan. “Empat persoalan yang sulit terungkap hanya berdasarkan survei, bahkan penelitian secara kuantitatif karena lebih banyak menyangkut rasa,” tegas Sukamta.

Gatot Supangkat dari LP3M UMY mengungkapkan, selain melakukan pemberdayaan masyarakat, mahasiswa peserta KKN selama satu bulan ini, 25 Maret – 24 April 2019, juga akan melakukan penelitian bekerjasama dengan Bawaslu.

Tidak semua desa di DIY akan dijangkau, memang. Sebanyak 186 mahasiswa peserta KKN Tematik nantinya akan ditempatkan di 22 desa. Meliputi Kota Yogyakarta sebanyak tiga desa, Bantul (7), Sleman (2), Kulonprogo (4), dan Gunung Kidul (6). (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan