Putera Puteri Pertamina Dominasi Seri I Proliga 2018

Proliga: Tim putera Jakarta Pertamina Energi (merah kiri) saat menghadapi Jakarta BNI Taplus pada pertandingan terakhir seri I putaran I kompetisi bolavoli Proliga 2018, di GOR UNY, Jogjakarta, Minggu (21/1) malam, dengan skor 3-1 (19-25, 25-17, 25-20, 28-26).

Proliga: Tim putera Jakarta Pertamina Energi (merah kiri) saat menghadapi Jakarta BNI Taplus pada pertandingan terakhir seri I putaran I kompetisi bolavoli Proliga 2018, di GOR UNY, Jogjakarta, Minggu (21/1) malam, dengan skor 3-1 (19-25, 25-17, 25-20, 28-26).

JOGJA – Tim bolavoli putera dan puteri Jakarta Pertamina Energi mampu memenuhi ambisi mereka, memenangi seluruh pertandingan seri I putaran I kompetisi bolavoli Proliga 2018, di GOR UNY, Jogjakarta, Jumat – Minggu (19-21/1). Untuk sementara putera puteri Pertamina memimpin klasemen. Ini memuluskan jalan mereka untuk lolos ke empat besar alias final four, sekaligus meretas jalan untuk mengawinkan gelar juara Proliga tahun ini.

Setelah pada pertandingan pertama mengandaskan Bekasi BVN dengan skor 3-0, putera Pertamina pada pertandingan kedua mampu mengatasi perlawanan Jakarta BNI Taplus. Meski harus bekerja keras, namun akhirnya Agung Seganti dan kawan-kawan mampu menang dengan skor 3-1 (19-25, 25-17, 25-20, 28-26). Tim putera BNI berada di peringkat ketiga, meski pada pertandingan pertama mampu mengalahkan Surabaya Bhayangkara Samator dengan skor 3-2 (21-25, 25-18, 18-25, 25-23, 15-10).

Samator sendiri berhak atas posisi kedua setelah pada pertandingan keduanya, secara mengejutkan mampu mengalahkan runner up tahun lalu, Palembang Bank Sumsel-Babel, melalui pertandingan yang berjalan cukup dramatis. Saling mengalahkan pada empat set pertama, namun akhirnya Samator mampu memenangi set kelima dengan skor tipis. Skor 3-2 (25-18, 23-25, 25-9, 20-25, 15-13) untuk Samator.

Pada posisi buncit, atau peringkat kelima tim putera Bekasi BVN yang pada seri pertama itu hanya bermain sekali dan kalah saat melawan Jakarta Pertamina Energi. Untuk kelompok putera, Proliga 2018 ini hanya diikuti lima tim setelah Jakarta Elektrik PLN mengundurkan diri. Mencermati pertandingan pada seri perdana kemarin, agaknya posisi empat besar tak akan beranjak dari hasil pertandingan seri pertama putaran pertama tersebut.

Persaingan lebih ketat justru akan terjadi di kelompok puteri karena diikuti tujuh tim. Nantinya akan ada tiga tim puteri yang tidak akan lolos ke final four. Hanya saja, tim puteri Pertamina agak sedikit lega karena mampu memenangi dua pertandingan yang mereka lakoni di Jogjakarta. Masing-masing melawan Jakarta Elektrik PLN dengan skor 3-0 (25-11, 25-7, 25-14) dan melawan Gresik Petrokimia juga dengan skor 3-0 (25-13, 25-18, 25-13).

Bagi tim puteri Jakarta Elektrik PLN, hasil di seri pertama merupakan hasil yang cukup tragis. Menyandang gelar juara tahun lalu, justru mereka harus menelan dua kekalahan. Itupun dengan skor telak 0-3. Saat melawan Jakarta Pertamina Energi tersebut dan saat menghadapi Bandung Bank BJB Pakuan, dengan skor 0-3 ( 22-25, 14-25, 18-25).

Dengan hasil itu, untuk sementara tim puteri PLN justru berada di peringkat paling buncit dari tujuh tim yang turut serta pada Proliga 2018. Meski masih ada pertandingan pada seri dan putaran berikutnya, namun bisa dipastikan perjuangan puteri PLN agak lebih berat jika dibandingkan tim-tim lain. Kalau pun boleh dijadikan alasan, pada seri pertama itu puteri PLN memang belum diperkuat pemain asing karena masih bermasalah di urusan administratif.

“Kami bersyukur dan alhamdulillah karena dari seri pertama ini mampu mengantongi nilai enam. Saya juga salut kepada seluruh pemain karena sangat kompak, bersemangat, tampil habis-habisan terutama di pertandingan kedua melawan Gresik Petrokimia. Tahun ini akan menjadi pembuktian bagi tim kami, setelah tahun lalu banyak melakukan kesalahan sehingga hanya bertengger di posisi kedua,” ujar pelatih tim puteri Jakarta Pertamina Energi, Mohammad Anshori.

Salah seorang pemain puteri Pertamina, Nandita Ayu Salsabila, membenarkan penjelasan Anshori. “Benar sekali, tahun ini permainan kami sangat padu. Sangat kompak. Satu sama lain sudah klik meski beberapa pemain baru bergabung tahun ini. Seri pertama ini memang memuaskan, tapi kami masih harus berlatih keras karena kompetisi masih panjang. Inginnya, kami terus memenangi setiap pertandingan hingga juara nantinya.”

Seri kedua puteran pertama Proliga 2018 akan digelar di GOR Tumenggung Abdul Jamal, Batam, Jumat – Minggu (26-28/1). Tim putera Jakarta Pertamina Energi hanya akan bertanding sekali melawan Surabaya Bhayangkara Samator. Di bagian puteri, tim Jakarta Pertamina Energi akan menghadapi Jakarta BNI Taplus dan Bandung Bank BJB Pakuan. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan