Puteri Pertamina Atasi Pemain Muda Jabar

Proliga: Pemain asing tim puteri Pertamina (merah) melakukan smash ke kubu lawan Bandung Bank bjb Pakuan, pada seri pertama putaran pertama Proliga 2019, di GOR Amongrogo, Jogjakarta, Jumat (7/12).

Proliga: Pemain asing tim puteri Pertamina (merah) melakukan smash ke kubu lawan Bandung Bank bjb Pakuan, pada seri pertama putaran pertama Proliga 2019, di GOR Amongrogo, Jogjakarta, Jumat (7/12).

JOGJA – Diperkuat tujuh pemain puteri eks tim Asian Games, tim puteri Jakarta Pertamina Energi berhasil memenangi pertandingan perdana mereka melawan Bandung Bank bjb Pakuan, dengan tiga set langsung, 3-0 (25-15, 25-22, dan 25-23), pada seri pertama putaran pertama Proliga 2019, di GOR Amongrogo, Jogjakarta, Jumat (12/7) petang.

Tim puteri asal Jabar yang diperkuat pemain-pemain muda, termasuk pemain asingnya, belum mampu mengimbangi para senior mereka yang berada di tim Pertamina. Bahkan Pertamina selaku tuan rumah seri pertama putaran pertama kompetisi bolavoli nasional itu leluasa merotasi pemain.

Kendati begitu, rotasi pemain yang dilakukan pelatih kepala tim puteri Pertamina, M Anshori, sempat membuat tim Jabar agak bisa bernafas. Pada set ketiga, mereka mampu menyamakan skor pada poin 20-20, 21-21, dan 22-22. Tapi berbekal kesabaran, Novia Andriyani dan kawan-kawan mampu menyudahi perlawanan junior-juniornya.

“Kami bersyukur mampu memenangi pertandingan pertama. Ini sangat penting sebagai bekal ke final four nanti. Meski lawan diperkuat anak-anak muda, tapi para pemain saya sempat terburu-buru di set awal. Di akhir set ketiga yang sempat tersendat, itu karena memang saya merotasi pemain dari lini ke lini,” tutur Anshori.

Keberadaan tujub pemain nasional di timnya, tidak membuat Anshori kesulitan ataupun memudahkan. “Itu justru menjadi tantangan bagi saya, bagaimana membawa tim ini hingga ke puncak di akhir kompetisi nanti. Tidak menjadi beban juga, karena saya tak ingin beban itu juga akan menghinggapi diri para pemain,” tegasnya.

Palatih tim puteri Jabar, Teddy Hidayat, mengakui mental para pemain muda yang diasuhnya masih belum stabil. “Tapi tidak apa-apa, karena saat ini kami memang fokus ke pembinaan sehingga hampir semua pemain berusia muda,” tuturnya usai pertandingan.

Pengakuan Teddy tidak keliru. Pemain tertua di tim puteri Jabar itu berusia 24 tahun. Termasuk pemain asing asal Amerika Serikat, Kennedy Lynne Bryan, yang juga berusia 24 tahun. Begitu pula pemain asing lainnya, Pimpichaya Kokram asal Thiland bahkan masih berusia 20 tahun.

“Wajar jika pada pertandingan perdana ini mereka masih terasa demam panggung. Tapi saya juga cukup puas karena dari set pertama hingga set ketiga, perolehan skor kami terus meningkat. Ini merupakan modal awal yang bagus. Semoga lebih baik lagi di pertandingan berikutnya,” ujar Teddy, yang mengaku hanya tiga minggu mempersiapkan tim asuhannya.

Pada pertandingan berikutnya, puteri Pertamina akan menghadapi Jakarta BNI 46, di GOR yang sama, Minggu (9/12). Pertandingan ini dipastikan akan lebih seru. Pertemuan dua tim itu pun selalu ditunggu-tunggu penonton. Sedangkan puteri Jabar hanya bertanding sekali di Jogjakarta. Pertandingan mereka berikutnya pada seri kedua di Gresik melawan Jakarta PGN Popsivo Polwan. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan