Rasakan Sensasi Bersepeda Di Malioboro

Sepeda: Walikota Jogja Haryadi Suyuti (kiri) dan Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi (kacamata hitam) pada peluncuran sepeda berbayar, di Jalan Malioboro, Jogjakarta, Sabtu (27/10).

Sepeda: Walikota Jogja Haryadi Suyuti (kiri) dan Wakil Walikota Jogja Heroe Poerwadi (kacamata hitam) pada peluncuran sepeda berbayar, di Jalan Malioboro, Jogjakarta, Sabtu (27/10).

JOGJA – Tak mau kalah dengan kota-kota lain di dunia, di Jogjakarta, tepatnya di Malioboro kini tersedia pula fasilitas sepeda berbayar. Wisatawan mancanegara maupun domestik bisa memanfaatkannya, sekaligus merasakan sensasi bersepeda di Malioboro, bahkan ke seluruh sudut kota Jogjakarta.

“Fasilitas ini merupakan alternatif bagi wisatawan. Sekaligus menegaskan Jogjakarta juga merupakan Kota Sepeda. Diharapkan pula keberadaan sepeda berbayar ini bisa lebih mengembangkan pariwisata di Jogjakarta,” ujar Walikota Jogjakarta, Haryadi Suyuti, pada peluncuran sepeda berbayar itu, di Loko Cafe, Jogjakarta, Sabtu (27/10).

Bekerja sama dengan pemkot Jogjakarta dalam program Jogja Ada Sepeda, Jogjabike menghadirkan sebuah sepeda smart khas Jogja yang tahap awal berada di ikon wisata Malioboro.

Salah satu penggagas Jogjabike, Muhammad Aditya menjelaskan, kehadiran Jogjabike ini untuk memfasilitasi wisatawan menikmati kota Jogja, melalui bike sharing menggunakan aplikasi smartphone. “Ini murni semuanya produk lokal Indonesia. Mulai dari sepedanya, perangkat smartlock, sampai aplikasinya,” ujarnya kemudian.

Tahap pertama, layanan bike sharing memang baru di sekitar Malioboro. Secara berkala nantinya akan ada 1000 sepeda yang tersebar di berbagai fasilitas publik dan destinasi wisata.

Komisaris Jogjabike, Triyanto mengungkapkan, aplikasi maupun sepeda ini kualiatsnya tidak kalah dengan impor yang banyak di kota lain. Bahkan, Jogjabike ini lebih unggul dibandingkan aplikasi di Tiongkok maupun Singapura karena tidak asal taruh saja. Setiap pemakai start dan finish harus berada di ShelterPit yang telah disediakan.

“Dari sisi spesifikasi sepeda, ini khas Jogja. Untuk ontelan matic, tidak berat dan ringan. Pas dengan kontur Kota Jogja yang mayoritas jalanannya rata,” ujar Triyanto lebih jauh.

Dengan kekhasan tersebut, Jogjabike optimis mampu mendukung pariwisata di kota Jogja, dengan menjadikan Jogjabike sebagai destinasi wisata baru. “Harapannya, wisatawan menikmati kota Jogja sekarang bisa dengan sepeda. Mereka tinggal download aplikasi, sudah jalan,” jelas Triyanto yang juga alumnus SMAN 3 Jogja itu. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan