Ratusan Mahasiswa Gelorakan Bela Negara

JOBN 2018: Sebanyak 250 mahasiswa asal 25 perguruan tinggi se Indonesia mengikuti upacara pembukaan JOBN (Jambore dan Olimpiade Bela Negara)2018, di kampus UPN Veteran Jogjakarta, awal Agustus ini.

JOBN 2018: Sebanyak 250 mahasiswa asal 25 perguruan tinggi se Indonesia mengikuti upacara pembukaan JOBN (Jambore dan Olimpiade Bela Negara)2018, di kampus UPN Veteran Jogjakarta, awal Agustus ini.

JOGJA – Mengobarkan kembali semangat bela negara generasi penerus bangsa, 250 mahasiswa asal 25 PT (perguruan tinggi) se Indonesia mengikuti kegiatan JOBN (Jambore dan Olimpiade Bela Negara) 2018, di kampus UPN Veteran Jogjakarta, awal Agustus ini. Bukan hanya di dalam kelas, tapi kegiatan itu justru lebih banyak aplikasinya. Seperti belajar sekaligus praktik membatik, bersih-bersih lingkungan, dan lain-lain.

“Keinginan kami untuk menularkan semangat bela negara semakin besar sejak UPN ditetapkan sebagai perguruan tinggi dengan ciri khas bela negara,” ujar Rektor UPN Veteran Jogjakarta, Prof Dr Sari Bahagiarti MSc, usai acara pembukaan JOBN 2018, di kampus setempat, awal Agustus ini.

Sejak ditetapkan sebagai PTN, imbuh Sari, UPN memang diberi amanah oleh Kementerian Pertahanan dalam hal bela negara. Dalam rangka itulah UPN Jogjakarta kemudian menyelenggarakan kegiatan jambore dan olimpiade itu. “Tahun lalu kami sudah mengadakan kegiatan sinergi kampus bela negara. Sekarang, mengundang perguruan tinggi lebih banyak lagi untuk bergabung bersama mengimplementasikan semangat bela negara di kampus masing-masing,” ujarnya.

Kegiatan bela negara tahun ini, diikuti 25 PT negeri maupun swasta, se Indonesia. Masing-masing PT mengirimkan lima orang mahasiswa puteri, lima putera, dan dua dosen pendamping. “Dengan berkumpulnya para perwakilan perguruan tinggi dari seluruh daerah di Indonesia, kami berharap perguruan tinggi di Indonesia bisa bersinergi dan saling mempunyai visi yang sama tentang bela negara,” tandas Sari.

Direktur Jenderal Potensi Pertahanan, Kemenhan, Prof Dr Ir Bondan Tiara Sofyan MSi mengatakan, nilai-nilai bela negara antara lain meliputi rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa bernegara, hingga mengakui Pancasila sebagai ideologi bangsa. “Kami meyakini jambore dan olimpiade ini akan memacu generasi muda untuk memahami dan melaksanakan apa yang disebut bela negara.

“Saya memberi apresiasi kepada UPN Veteran Jogjakarta yang memprakarsai acara ini. Bagi saya, ini luar biasa karena para pesertanya tidak lagi dijejali dengan teori, tapi aplikasinya,” tandas Bondan.

Generasi muda sebagai penerus bangsa, imbuh Bondan, harus memiliki kesadaran bahwa bangsa Indonesia itu bhinneka. Berbeda-beda. Untuk mewujudkan ketunggalan atau eka sebagai sebuah bangsa, tidaklah mudah dan membutuhkan usaha. “Kesadaran itulah yang perlu terus diupayakan. Tidak boleh berhenti. Jadi, meski ada jambore dan olimpiade ini, bukan berarti kesadaran bela negara generasi muda saat ini rendah,” tuturnya. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan