Rencana Penataan Kandang Satwa, GL Zoo Hadirkan Konsultan Kebun Binatang dari Singapura Zoo

IMG_20160725_010533

Bambang Sugiharto/Jurnal Jogja

JOGJA (jurnaljogja.com) – Rencana pembangunan Gembira Loka Zoo (GL Zoo) Jogjakartaa menata kandang satwa dan menambah fasilitas bagi pengunjung ditindaklanjuti dengan menghadirkan konsultan kebun binatang dari Singapura Zoo, Mr Bernard Harrioson di GL Zoo. Mantan Direktur Singapura Zoo itu dihadirkan di GL Zoo selama tiga hari mulai Minggu-Selasa (24-26/7) untuk memberikan masukan bagi para  perencana pembangunan di kebun binatang Jogjakarta ini.
Menurut Bernard, dalam  pembangunan kandang perlu diciptakan suasana dan bentuk yang alami,  seperti di habitat asli satwa tersebut. Selain itu, hak dan keselamatan pengunjung serta keberadaan koleksi satwa di kandang perlu diperhatikan. “Hormati binatang di kadang, khususnya pengunjung di kebun binatang,”  harapnya dalam workshop rancangan kebun binatang di Jogjakarta,  Minggu (24/7).
Ia menjelaskan, suasana dan bentuk kandang yang alami perlu diciptakan supaya para pengunjung yang menyaksikan satwa tersebut bisa merasakan dan membayangkan suasana di habitat asli satwa tersebut. “Supaya pengunjung bisa berinteraksi dengan satwa seperti di habitat aslinya,” jelasnya.
Dalam workshop yang diikuti para kanit, kabid, jajaran manager dan dirut serta Direktur/Manager Operasional GL Zoo itu ditunjuk disampaikan,   kandang gajah, misalnya, bisa juga dipajang fosil-fosil gajah zaman purba. Selain itu, juga dihiasi lukisan gajah, atau memasukkan barang-barang seni sesuai satwanya. “Pembangunan kebun binatang   juga bisa memasukkan unsur budaya. Menggambarkan sebuah desa, kehidupan masyarakatnya seperti apa,” ujarnya.
Dirut GL Zoo KMT A. Tirtodiprojo (Joko) sebelumnya menjelaskan, kebun binatang yang dikelolanya lebih banyak dikunjungi perorangan daripada rombongan. Sejak tahun 2007, jumlah pengunjung terus meningkat, namun tahun 2010 sempat anjlok akibat dampak letusan Gunung Merapi.
Selama 2015, angka pengunjung disebutnya mencapai lebih dari 1,8 juta orang. Namun tahun 2016 ini diperkirakan turun 3-5 persen akibat dampak perekonomian.  “Setelah pembangunan kandang nanti, satu-dua tahun ke depan, jumlah pengunjung akan mencapai 2 juta orang,” kata Joko optimis. (bam)

 

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan