Ribuan Santri Ikuti Kirab Grebeg Santri

Kirab: Kontingen Fatayat NU peserta Kirab Santri, menuju ke panggung utama, di halaman gedung DPRD DIY, Jalan Malioboro, Jogjakarta, Minggu (7/10).

Kirab: Kontingen Fatayat NU peserta Kirab Santri, menuju ke panggung utama, di halaman gedung DPRD DIY, Jalan Malioboro, Jogjakarta, Minggu (7/10).

JOGJA – Tak kurang dari 3.000 santri mengikuti kirab akbar Grebeg Santri, sepanjang Jalan Malioboro, Jogjakarta, Minggu (7/10). Menjelang puncak Hari Santri pada 22 Oktober mendatang, peserta kirab dari berbagai pondok pesantren di DIY itu juga memeragakan atraksi di depan tamu undangan yang berada di panggung kehormatan, di depan lobi gedung DPRD DIY.

“Diikuti empat puluh kontingen, masing-masing pesantren menampilkan kekhasan artistik dan pertunjukan sesuai dengan kelebihan dan sumberdaya yang dimiliki,” ujar Ketua Panitia Hari Santri Jogjakarta, KH Zar’anuddin, didampingi Muhammad Nilzam Yahya selaku Humas.

Seluruh peserta kirab dibagi dalam empat kelompok, menandai perang santri dalam empat periode penting sejarah kepesantrenan dan ke-Indonesia-an. Pertama, kelompok para santri pada periode pergolakan Pangeran Diponegoro melawan penjajah.

Kedua, peran santri dalam periode perjuangan KH Hasyim Asy’ari hingga lahirnya Resolusi Jihad yang menjadi tonggak peringatan Hari Santri, 22 Oktober 1945. Ketiga, peran santri dalam periode kemerdekaan. “Keempat, kelompok santri pada periode milenial,” jelas Zar’anuddin.

Selain kirab, rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri juga digelar di masing-masing kabupaten dan kota se DIY. Di tingkat DIY digelar pula berbagai kegiatan dalam Festival Santri dan Festival Panggung Krapyak pada 10-12 Oktober 2018, di kompleks pesantren Krapyak.

“Dalam festival Santri akan diadakan pameran pusaka peninggalan dan karya ulama Nusantara, pentas seni para santri, pameran lukisan kiai dan santri, serta bazaar dari berbagai organisasi santri dari berbagai daerah,” papar Nilzam menambahkan.

Festival Panggung Krapyak yang digelar 11 Oktober 2018, pukul 19.00 WIB hingga selesai, menghadirkan panggung hiburan dan dakwah dengan memanfaatkan Panggung Krapyak sebagai latar dan ikonnya. “Menampilkan beberapa pertunjukan seni religi santri, antara lain pertunjukan musik ala santri, wayang suket, wayang Islam Nusantara, video mapping, dan lain-lain,” tutur Nilzam kemudian. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan