RRI Kini Tak Hanya Bisa Didengarkan

Tri Prasetya: Penyulutan obor Tri Prasetya menandai Hari Radio atau HUT ke-73 RRI, di Auditorium RRI, Demangan, Yogyakarta, Rabu (12/9).

Tri Prasetya: Penyulutan obor Tri Prasetya menandai Hari Radio atau HUT ke-73 RRI, di Auditorium RRI, Demangan, Yogyakarta, Rabu (12/9).

JOGJA – Memberikan layanan lebih bagi masyarakat, serta menghadapi persaingan di era digital, RRI (Radio Republik Indonesia) saat ini tak hanya bisa didengarkan. Berita yang disiarkan bisa pula dibaca melalui media online. Bahkan pendengar ataupun masyarakat luas bisa menyaksikan secara visual aktivitas para penyiar di kotak siaran.

“Mulai hari ini (Rabu, 12/9 – red) masyarakat melalui RRI.Net bisa melihat secara visual siaran dari para penyiar kami,” ungkap Kepala Stasiun RRI Yogyakarta, Drs Salman, di sela penyulutan obor Tri Prasetya, sebagai puncak acara Hari Radio atau HUT ke-73 RRI dengan tagline Dari Sini Indonesia Masih Ada Dan Terus Ada, di Auditorium RRI, Demangan, Jogjakarta, Rabu (12/9).

Sebagai perintisan, radio visual itu dimulai di beberapa stasiun RRI. Masing-masing RRI Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Malang, Jember, Jakarta, dan Medan. “Kami tidak ingin menyaingi stasiun televisi. Karenanya, visual yang kami sajikan sebatas aktivitas di kotak siaran,” tutur Salman kemudian.

Masih dalam rangka memberikan layanan maksimal bagi pendengar, RRI Yogyakarta telah memasang antena pemancar FM di bukit Pathuk, Gunung Kidul, DIY, sehingga siarannya bisa didengarkan hingga Semarang dan Jawa Timur. “Terutama untuk RRI Programa-4 yang banyak menyajikan siaran seni dan budaya lokal, seperti Uyon-uyon, Wayang Kulit, dan lain-lain,” papar Salman.

Ketua panitia Hari Radio, Yuliana Marta Doky SSos mengemukakan, rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Radio secara resmi telah dimulai sejak 24 Agustus 2018 dengan menampilkan defile dari masing-masing Bidang Bagian, dilanjutkan dengan lomba senam dan lomba egrang.

Meningkatkan jiwa kompetisi dan sportifitas, pada 27 – 31 Agustus kemarin, secara bergantian para pegawai bertanding dalam berbagai lomba olahraga. Meliputi bulu tangkis, bola voli, tenis meja, dan catur. Digelar pula Hari Keluarga di Kaliurang, 2 September lalu, guna mempererat silaturahim di antara karyawan dan keluarga.

“Mengenang perjuangan pendiri RRI, seluruh karyawan RRI Yogyakarta melakukan ziarah dan doa bersama di makam Abdul Rahman Saleh atau Pak Karbol pada 4 September 2018 dilanjutkan silaturahim ke mantan Kepala RRI Yogyakarta,” tutur Yuliana.

Siaran-siaran dan edisi khusus Hari Radio juga diselenggarakan. Antara lain Radio Masuk Pasar ‘Revitalisasi Pasar’ serta Bupati Menyapa dan Dimensi dengan narasumber Bupati Kulonprogo, talkshow Sinergi Membangun Negeri ‘Peran RRI dalam Mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi Sebagai Kontribusi Mengawal NKRI’ di Balairung UGM.

“Sinergi kegiatan dengan stakeholder juga telah sukses dilaksanakan berupa pentas seniman muda Yogyakarta, senam massal anak TK se Yogyakarta, dan pentas orkestra musik Angklung Bambu Melulu ‘Simponi Peduli Lombok’ yang telah sukses mengumpulkan sepuluh juta rupiah untuk membantu korban gempa di Lombok,” tandas Yuliana. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan