RS PKU Gamping Miliki Pusat Pelayanan Jantung

 IMG_20171005_201434
 Gubernur DIY HB X (kanan) dan Ketua Umum PP Muhamamdiyah H Haedar Nashir menandatangani prasasti unit instalasi pelayanan jantung terpadu RS PKU Muhamamdiyah Gamping, Sleman.
JOGJA – Gubernur DIJ Hamengku Buwono X dan Ketua Umum PP Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir meresmikan Unit Instalasi Pelayanan Jantung Terpadu RS PKU Muhammadiyah Gamping, Sleman, DIJ, Senin (25/9) lalu. Sekaligus menandatangani prasasti peresmian unit penanganan cardiovascular itu.
Gubernur mengapresiasi pencapaian RS PKU Muhammadiyah Gamping tersebut. “Ini merupakan sebuah momentum kemajuan dan merupakan bagian dari ukhuwah Islamiyah, di mana RS PKU sebagai wadah bagi masyarakat untuk mencari pertolongan,” ujar HB X.
Rumah sakit harus dikelola dan diselenggarakan berasaskan Pancasila dan didasari nilai kemanusiaan. “Rumusan ini bukan sekadar kata-kata indah formalitas, namun benar-benar wajib bagi sebuah rumah sakit,” tegasnya.
Sistem pelayanan kesehatan merupakan sesuatu yang pelik karena harus memadukan fungsi sosial dan bisnis. Seperti yang terjadi pada sistem JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) yang memberikan kemudahan pada pasien namun dapat mengakibatkan defisit dalam pengelolaan dana operasional rumah sakit.
Juga beban pada dokter, karena seorang dokter di luar negeri hanya menangani 1.000 pasien namun di Indonesia angka pasien yang ditangani mencapai 2.500 orang. “Karena itu kita membutuhkan sebuah regulasi yang dapat mengatur rumah sakit agar mampu menjalankan fungsi sosialnya,” tutur HB X.
Gubernur menyayangkan sistem kesehatan di Indonesia yang masih didasarkan pada fee for services. Lebih mendorong masyarakat dan tenaga kesehatan mempraktikkan penanganan kesehatan yang kuratif. Kalau sudah sakit baru diobati.
“Harus diakui pengenalan tindakan preventif pada masyarakat, baru dilakukan setelah maraknya kampanye hidup sehat secara global. Tak heran kalau efek sosialisasi hidup sehat masih belum terlalu nampak. Padahal deteksi dini merupakan kunci dari penanganan penyakit jantung,” ujar HB X.
Pola hidup sehat, lanjut gubernur, harus kita awali dari diri kita sendiri. “Makan teratur dan menghindari konsumsi makanan berkolesterol secara berlebihan, olahraga rutin, dan istirahat yang cukup merupakan hal-hal yang dapat kita lakukan untuk memulai pola hidup sehat.”
Haedar turut menyampaikan selamat kepada RS PKU Muhammadiyah Gamping dan juga berterimakasih kepada Sri Sultan HB X. “Atas nama PP Muhammadiyah, saya mengucapkan terimakasih kepada Sri Sultan atas dukungan yang diberikan, hingga sempat turut ikut ke Jerman untuk membahas kerjasama, sampai adanya unit pelayanan jantung ini.
Ini merupakan titik awal bagi UMY dan PKU dalam bersinergi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bidang masing-masing. “Juga menjadi seruan bagi para dokter yang ada di PKU agar dapat memberikan layanan terbaik mereka. Berkaca kepada dokter-dokter pendahulu kita yang juga mengabdikan dirinya untuk masyarakat,” tutur Haedar.
Direktur RS PKU Muhammadiyah Gamping, dr Faesol SpRad MKes menjelaskan, pengadaan unit ini merupakan sebuah angan-angan yang sudah lama dimiliki. “Pusat pelayanan ini merupakan hasil kerjasama dengan kementerian kesehatan Jerman sejak 2014. Kami berkolaborasi dengan Münster University guna mempelajari hal-hal yang perlu kami miliki untuk pengadaan unit ini.”
Rektor UMY (Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) Dr Ir Gunawan Budiyanto MP mengharapkan, kerjasama antara RS PKU Muhammadiyah Gamping dengan UMY dapat menjadi contoh bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah lainnya.
“Ini bisa menjadi prototipe yang dapat kita kembangkan. Bagaimana dua amal usaha Muhammadiyah dapat bekerjasama baik dalam melayani masyarakat. Selain meningkatkan pelayanan PKU kepada masyarakat, juga menjadi ladang pendidikan bagi UMY,” kata Gunawan. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan