RS UAD Akan Jadi ‘Smart Hospital’

 IMG_20170222_033331
 Rektor UAD, Kasiyarno, saat ‘soft launching’ RS UAD.
JOGJA – Melalui proses negosiasi yang sangat singkat, akhirnya UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Jogjakarta menambah satu lagi unit usaha, rumah sakit. Ke depan, pengelola RS UAD itu akan mengembangkannya menjadi sebuah rumah sakit yang cerdas alias ‘smart hospital’.
Dengan semangat ‘menolong dengan ramah’, RS UAD yang terletak di desa Wedomartani, Ngemplak, Sleman itu bertekad akan lebih membangun sebuah relasi ketimbang hubungan transaksional dengan pasien maupun masyarakat.
“Ini merupakan salah satu unit usaha kesekian yang kami miliki. Sekaligus memperkokoh pilar persyarikatan Muhammadiyah, meliputi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” ujar Rektor UAD, Dr Kasiyarno MHum, saat ‘soft launching’ RS UAD, yang terletak di sebelah timur stadion Maguwoharjo, Sleman itu, Minggu (12/2).
Kasiyarno pun mengharapkan, RS UAD akan terus berkembang maju ke depannya. “Saya optimistik. Kami pun mengusung tagline ‘menolong dengan ramah’ sehingga kami akan lebih membangun relasi, tak sekadar transaksional, dengan pasien atau masyrakat yang datang berobat,” tegasnya.
Dari yang semula bernama RSU Holistika Medika, UAD akhirnya berhasil mengakuisisi dan mengembangkan hingga menjadi RS UAD. “Ini mungkin negosiasi tercepat di dunia. Hanya dalam waktu dua puluh menit, kami langsung ‘deal’ dengan pemiliknya. Barangkali karena kami memang sudah sehati,” ungkap Drs Safar Nasir MSi, selaku Ketua Tim Akuisisi dan Manajemen.
Dengan bangunan tiga lantai, RS UAD saat ini memiliki 53 tempat tidur. Masing-masing Kelas Utama memiliki empat tempat tidur, Kelas I (4), Kelas II (17), Kelas III (25), ditambah tiga tempat tidur di ruang ICU.
“Kami juga telah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, sehingga RS UAD menerima pasien dengan jaminan BPJS tersebut. Ke depan, kami juga ingin meningkatkan performa RS UAD hingga menjadi ‘smart hospital’ dengan kategori Klas C,” papar Safar Nasir kemudian.
Bupati Sleman, Sri Purnomo, menyambut baik kehadiran RS UAD. “Dengan menjadi smart hospital, kami mengharapkan akan melengkapi sepuluh rumah sakit di Sleman yang saat ini telah terkoneksi secara online. Ini pun akan memperkuat Sleman sebagai smart regency,” katanya. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan