Saatnya MICE Jadi Lokomotif Pariwisata

IMG_20170723_175027
JOGJA – Agar pariwisata menjadi efisien dan efektif, pengembangan MICE (meetings, incentives, conferences, and exhibitions) menjadi kuncinya. Sayangnya hal tersebut justru menjadi hal yang selama ini belum banyak pihak yang menggarapnya.

“Inilah kebutuhan nasional saat ini jika ingin menggaet wisatawan mancanegara sebanyak-banyaknya. Sudah saatnya menjadikan MICE sebagai lokomotif pariwisata. MICE menjadi kunci efektivitas kedatangan wisatawan,” ujar Ketua Stipram (Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Ambarrukmo) Jogjakarta, Suhendroyono, di kampus setempat, Selasa (18/7) lalu.

Pada kesempatan yang sama, mantan menteri pariwisata I Gede Ardhika mengemukakan, pariwisata Indonesia wajib berkembang dan berkelanjutan. “Untuk itu, dibutuhkan upaya dan strategi lebih untuk mengembangkan produk-produk lokal sebagai penunjang pariwisata khas Indonesia,” katanya.

Produk lokal yang dikembangkan harus memiliki kekhasan dan berbeda dari yang sudah ada. “Pariwisata yang berkelanjutan itu bukan lantas membuka wahana atau objek dengan mengikuti apa yang sudah laku. Justru dengan mengembangkan produk lokal yang memiliki standar kualitas baik dan menjadi berbeda akan lebih menunjang keberlanjutan,” tegas Ardhika.

Pariwisata yang memiliki potensi berkelanjutan di Indonesia, ujar Ardhika kemudian, merupakan pariwisata yang berbasis budaya, masyarakat, dan lingkungan. “Ketiga komponen tersebut tidak boleh dipisah-pisah,” tuturnya.

Dalam pengembangannya, tiga komponen dalam pariwisata Indonesia itu tidak boleh satu-satu. “Jadi, jangan hanya membangun budaya saja karena pada dasarnya budaya itu erat kaitannya dengan mayarakat dan lingkungan,” papar Ardhika lebih jauh. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan