Saatnya Videomaker Go International

IMG_20160905_205257
Anggoro Rulianto/Jurnal Jogja
GM Sales Region Jateng and DIY Telkomsel, Djony Heru Suprijatno, saat membuka roadshow ‘The 5-Min Video Challenge’, di kampus ISI Yogyakarta, Senin (5/9).
JOGJA – Industri kreatif Indonesia, khususnya para ‘videomaker’ atau pembuat film video, tak kalah dengan negara lain. Namun, perlu terus didorong untuk mendunia alias ‘go international’. Paling tidak, untuk membuka mata dunia, teknologi perfilman tanah air pun sudah maju.
Guna terus mendorong kreatifitas di kalangan videomaker, salah satu provider selular pun menantang para moviemaker muda untuk menghasilkan satu karya film pendek pada ajang ‘The 5-Min Video Challenge’. Dua pemenang di tingkat nasional akan ditarungkan dengan karya lain dari enam negara.
“Kompetisi ini merupakan kesempatan bagi para filmmaker dan videomaker Indonesia yang ingin karyanya dikenal lebih jauh lagi hingga tingkat internasional. Kami berharap melalui kompetisi ini akan lahir moviemaker muda yang bertalenta dari Jateng-DIY,” ujar GM Sales Region Jateng and DIY Telkomsel, Djony Heru Suprijatno, pada roadshow terkait kompetisi tersebut, di kampus ISI Jogjakarta, Senin (5/9).
Melalui tema ‘Connecting Lives’, dua partisipan yang berhasil memenangi kompetisi ini akan dikirim ke Bangkok mewakili Telkomsel dan Indonesia untuk bertarung dengan para pemenang dari negara lain, asal Singapura, Australia, Thailand, India, Afrika, dan Phillipina.
Kompetisi ini terbagi menjadi kategori domestik dan regional, yang bertujuan untuk menghubungkan para pengguna seluler melalui konten video. Pada kompetisi lokal, operator seluler di masing-masing negara akan memberikan kesempatan kepada para pembuat film dan video pendek di setiap negara untuk saling berkompetisi dengan memanfaatkan video sebagai media kreatif.
Masing-masing operator seluler akan menyiapkan sebuah situs untuk para pembuat film dan video pendek   mengirimkan video berdurasi lima menit. “Format durasi lima menit ini didesain agar konten video dapat dilihat dengan mudah di ponsel,” jelas Manager Corporate and Postpaid Telkomsel, Andrew Mamahit.
Kompetisi dengan tenggat waktu 30 September 2016 itu, menurut Andrew, telah mencatat 250 orang pendaftar khusus untuk Indonesia dengan 35 karya video. “Mengintip yang sudah ada di negara lain, seperti Thailand dan India, video karya teman-teman masih lebih bagus. Sangat bervariasi,” tandasnya.
Melalui penjurian pada 3-7 Oktober 2016, akan dipilih lima karya terbaik. “Di lima terbaik inilah yang kemudian akan dipublikasikan untuk dinilai oleh pelanggan Telkomsel dan dipilih dua karya terbaik untuk mewakili Indonesia,” tutur Andrew seraya menjelaskan, peserta bebas bolah masyarakat umum maupun profesional.
Pemenang utama akan memperoleh hadiah uang tunai senilai Rp 50 juta, pemenang kedua Rp. 25 juta. Sedangkan dua karya terbaik ini akan diikutsertakan pada kompetisi regional dan jika menjadi juara akan berhak atas hadiah senilai 3.000 dolar AS dan 15.000 dolar AS. (rul)

 

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan