Sebanyak 253 Wisudawan UAD Lulus Cumlaude

Wisuda: UAD mewisuda 914 orang lulusan S1 dan S2, di gedung JEC, Sabtu (24/3). Tampak dalam gambar rektor menyalami salah seorang wisudawan terbaik.

Wisuda: UAD mewisuda 914 orang lulusan S1 dan S2, di gedung JEC, Sabtu (24/3). Tampak dalam gambar rektor menyalami salah seorang wisudawan terbaik.

JOGJA – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogjakarta mewisuda 914 orang lulusan pada periode Maret 2018, di gedung JEC (Jogja Expo Center), Sabtu (24/3). Total wisudawan terdiri dari 832 wisudawan S1 dan 82 wisudawan S2. Sebanyak 253 dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude. Masing-masing 221 sarjana S1 dan 32 sarjana S2. Para wisudawan pun mengaku bangga dengan kampusnya yang dari waktu terus menunjukkan perkembangan menjadi perguruan tinggi yang besar dan mampu bersaing.

Rata-rata IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) wisudawan S1 sebesar 3,32 sedangkan wisudawan S2 sebesar 3,68. Hingga saat ini, tutur Rektor UAD Dr Kasiyarno MHum, jumlah alumni UAD telah mencpai 42.722 orang. Wisudawan S1 dengan masa studi tercepat 3 tahun 4 bulan 28 hari dicapai oleh M Husni Arsyad dari program studi Bahasa dan Sastra Arab dengan IPK 3,90. Wisudawan termuda, Debby Elvionita dari program studi Sastra Inggris yang lulus pada usia 20 tahun 8 bulan 9 hari dengan IPK 3,65.

Untuk wisudawan S1 terbaik kesatu hingga ketiga, berturut-turut atas nama Isnaepi dari program studi Pendidikan Matematika dengan IPK 4,00, Tegar Surya Putra program studi Manajemen dengan IPK 3,97 dan Miyah Sharifah program studi Manajemen dengan IPK 3,95. Dari program pascasarjana, yang terbaik atas nama Meta Damaharyuningtyas dari Farmasi dengan IPK 4,00.

Beberapa wisudawan juga merupakan mahasiswa berprestasi di tingkat internasional, regional, maupun nasional. Antara lain Tri Utami (BK), Clara Oktavia (BK), Jonasdi (PBI), Mahmuda Maarif (PPKn), Tegar Surya Putra (Manajemen), Toni Effendi (Biologi), Rizky Gusti Pratiwi (Teknik Kimia), Abdul Aziz AY (Farmasi), Isharyanto (Farmasi), Agung Hawono Yudho (Ilmu Hukum), Abdul Farhan Jihad (Kesehatan Masyarakat). Beberapa mahasiswa bahkan meraih lebih dari satu prestasi selama kuliah di UAD.

“Mayoritas mahasiswa bangga UAD menunjukkan bukti kongkrit dengan terus menambah fasilitas sehingga menunjukkan UAD merupakan perguruan tinggi yang besar dan mampu bersaing,” ungkap Tegar, yang juga mantan Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2017, serta merupakan mahasiswa terbaik kedua itu.

Isnaepi dan Miyah pun mengungkapkan kebanggaan yang sama. Pembangunan kampus-4 menjadi identitas baru UAD. “Di kampus ini mahasiswa lebih leluasa melakukan diskusi di luar jam perkuliahan. Tempat luas dan sarana prasarana yang memadai memudahkan mahasiswa meningkatkan keilmuannya serta mengembangkan potensi diri,” ujar Isnaepi. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan