Sebelas Mahasiswa Asing UAD KKN di Bantul

 IMG_20161108_144355
Anggoro Rulianto/Jurnal Jogja
Wakil Rektor IV UAD, Prof Sarbiran PhD (berpeci) bersama segenap mahasiswa asing peserta KKN Internasional.
JOGJA – Agar bisa merasakan langsung kehidupan sosial di Indonesia, sebanyak 11 orang mahasiswa asing UAD (Universitas Ahmad Dahlan) Jogjakarta mengikuti program KKN (Kuliah Kerja Nyata) di dusun Kowen 2, Timbulharjo, Sewon, Bantul, DIJ, 7 – 16 November 2016.
Sejumlah mahasiswa asing tersebut, masing-masing berasal dari USANT (University of Saint Anthony) Filipina sebanyak tiga orang, UNC (University of Nueva Caceres) Filipina dua orang, SUT (Suranaree University of Tehnology) Thailand dua orang, UMP (Universiti Malaysia Pahang) dua orang, serta dua orang asal Ukraina dari Taras Shevchenko National University of Kyiv dan Lesya Ukraina Eastern European University.
“Menyertai sebelas mahasiswa asing tersebut, tiga orang mahasiswa Indonesia sebagai pendamping,” ujar Kepala KUI (Kantor Urusan Internasional) UAD, Ida Puspita MARes, pada penglepasan mahasiswa KKN Internasional, itu di kampus setempat, Senin (7/11).
Wakil Rektor IV UAD, Prof Drs Sarbiran MPd PhD, memastikan, mahasiswa akan memperoleh pengalaman bagus. “Pengalaman merupakan guru yang sangat baik. Dan itu sebenarnya salah satu tujuan Anda semua ketika belajar di UAD. Jangan takut pula berkomunikasi karena masyarakat desa sesungguhnya sangat baik,” katanya.
Dibagi menjadi tiga kelompok, sejumlah mahasiswa asing itu akan melakukan kegiatan rutin seperti mengajar di SLB Al Maarif Kowen dan TK Tunas Harapan. “Mereka juga diajak menyelami bdaya masyarakat setempat dengan dilibatkan dalam acara-acara kepemudaan, belajar kerajinan seperti merajut, membuat tempe, membuat kursi bambu, mengunjungi peternakan kuda, ikan, dan sapi,” tutur Ida kemudian.
Program ini merupakan KKN Internasional kali kesekian yang telah dilaksanakan UAD. “Kami sudah cukup memiliki pengalaman menyelenggarakan KKN Internasional dalam beberapa model. Misal, KKN program Darmasiswa selama tiga minggu di Prambanan dan Klaten, KKN reguler yang juga melibatkan mahasiswa asing program reguler dan joint degree 2+2, serta KKN Internasional yang melibatkan mahasiswa dari perguruan tinggi mitra,” jelas Ida.
KKN Internasional Hibah PKKUI (Penguatan Kelembagaan KUI) 2016 di Kemenristek-dikti ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi peserta. “Mereka kami pastikan akan melihat Indonesia dari sisi berbeda sebagaimana yang mereka temui di media atau brosur-brosur pariwisata. Pun, akan merasakan secara langsung hidup di perdesaan, sekaligus belajar nilai-nilai budaya Indonesia secara langsung di masyarakat,” tandas Ida. (rul)
CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan