Sekolah Ini Diharapkan Cetak Kader Tangguh Aisyiyah

Satu Abad: Wabup Gunung Kidul DIJ, Immawan Wahyudi, sampaikan ceramah umum pada puncak acara Satu Abad Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Jogjakarta, di sekolah setempat, Sabtu (18/11).

Satu Abad: Wabup Gunung Kidul DIJ, Immawan Wahyudi, sampaikan ceramah umum pada puncak acara Satu Abad Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Jogjakarta, di sekolah setempat, Sabtu (18/11).

JOGJA (jurnaljogja.com) – Sekolah puteri Muhammadiyah, Madrasah Muallimaat Jogjakarta memasuki usia satu abad pada tahun ini. Berbagai prestasi siswa tingkat nasional maupun internasional pun telah mereka raih. Dari sekolah tersebut diharapkan lahir kader-kader tangguh untuk Aisyiyah. Perempuan berkemajuan diperlukan Terutama menghadapi persaingan global yang makin kompleks.

“Sebagai lembaga pendidikan, seiring bertambahnya usia, kami ingin semakin meneguhkan diri sebagai pusat keunggulan perempuan. Sekaligus menjadi tantangan bagi kami untuk semakin meningkatkan prestasi,” ujar Direktur Madrasah Muallimaat Muhammadiyah Jogjakarta, Agustyani Ernawati SPd, pada puncak acara Milad Satu Abad Muallimaat, di sekolah setempat, Notoprajan Jogjakarta, Sabtu (18/11).

Berkat kerja keras para guru maupun siswa selama ini telah mengukirkan prestasi yang tidak sedikit. Prestasi guru maupun siswa terus meningkat seiring dengan makin besarnya harapan publik kepada Muallimaat. “Sekaligus kami bersyukur atas kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi. Tak ingin terlena dengan prestasi yang telah diraih, kami ingin terus meningkatkan diri sebagai institusi pendidikan menengahyang unggul dan mampu menghasilkan kader utama, pemimpin, dan pendidik sebagai pembawa misi gerakan Muhammadiyah,” tutur Agustyani kemudian.

Dalam konteks pendidikan kader, imbuh Agustyani, lulusan Muallimaat diharapkan memiliki lima kompetensi utama. Meliputi kompetensi dasar keilmuan, kompetensi dasar kepribadian, kompetensi dasar kecakapan, kompetensi sosial kemanusiaan, serta kompetensi gerakan. “Lima kompetensi tersebut sekaligus mencerminkan, lulusan Muallimaat tak hanya memiliki kompetensi nasional tapi juga kompetensi internasional,” tandasnya.

Wakil Bupati Gunung Kidul, DIJ, Dr Immawan Wahyudi, yang juga kader Muhammadiyah mengharapkan, di mana pun lulusan Muallimaat berada sudah seharusnya menjadi kader tangguh bagi persyarikatan, umat, dan bangsa. “Silakan adik-adik berperan sebagai perempuan yang tangguh melalui Naisyiyah maupun Aisyiyah,” tegasnya saat menyampaikan ceramah umum di hadapan segenap siswi Muallimaat itu.

Di era persaingan global yang semakin kompleks ini, persyarikatan memerlukan kader-kader tangguh yang tahan banting. “Banyak tokoh perempuan kader Aisyiyah yang patut dicontoh. Tapi banyak pula ustadzah muda yang saat ini banyak wara-wiri di layar kaca, yang memahami banyak hal, hanya saja kita tidak tahun apakah mereka kader Aisyiyah atau bukan,” tutur Immawan setengah bertanya.

Selain sambutan dari BPH, yang disampaikan Drs H Hamdan Hambali, pada puncak peringatan satu abad itu dilakukan pula pemberian penghargaan bagi para guru dan karyawan. Salah satunya berupa pemberangkatan umrah bagi empat orang guru/karyawan. Penghargaan diberikan kepada guru/karyawan yang menunjukkan kinerja baik, kreatif, telah menyusun buku, maupun aktif berkiprah di kepengurusan persyarikatan. (rul)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan