Semua Semifinalis Dimas Diajeng Sleman Bebas Narkoba

SLEMAN (jurnaljogja) – Kepala Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sleman, Drs Kuntadi menyampaikan, semua semifinalis peserta Pemilihan Dimas Diajeng Sleman (PDDS) 2016 yang telah mengikuti tes urine dinyatakan bebas narkoba. Tes urine yang dilaksanakan terhadap 53 semifinalis (PDDS) pada Senin 21 Maret 2016 di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, semula didapati satu peserta semifinalis yang diindikasikan positif benzodiazeplin.

“Namun setelah diperiksa ulang pada hari berikutnya di Kantor BNK Sleman, yang bersangkutan telah dinyatakan bebas narkoba,” katanya di Kantor Jalan Candisari, Tridadi, Sleman, Selasa (22/3).

Ia mengapresiasi tinggi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman yang turut mensukseskan program bebas narkoba dalam ajang PDDS. Menurutnya, hal seperti itu dapat dilakukan oleh instansi-instansi lain di Sleman. Diakui pihaknya hingga kini belum memprogramkan untuk tes urine bagi instansi-instansi. Hal tersebut dikarenakan masih terbatasnya tes kit yang dimilikinya. Dan, saat ini masih diprioritaskan untuk mendukung operasi pemberantasan di tempat-tempat yang diindikasikan ada penyalahgunaan narkoba. Karenanya diharapkan instansi-instansi yang ingin melaksanakan tes urine untuk dapat menfasilitasi tes kit sendiri. Sedangkan BNK Sleman akan mendukung personil. Dengan demikian program sharing antarinstansi akan mempercepat program anti narkoba di Sleman.

Sementara terkait dengan peserta PDDS yang terindikasi benzodiazeplin, Staf Seksi Pemberantasan BNK Sleman Ahmad Yusro Arifin menyampaikan bahwa yang bersangkutan sebelum diperiksa terbukti telah mengkonsumsi obat dari dokter. “Yang bersangkutan telah kami periksa ulang dengan membawa bukti resep doker. Ternyata ia memengkonsumsi obat tersebut karena sakit tenggorokan,” jelasnya.

Benzodiazeplin disebutnya tergolong psikotropika atau obat yang beredar secara umum dan banyak dikonsumsi masyarakat untuk menyembuhkan sakit. “Berdasarkan pemeriksaan kepada salah satu semifinalis Dimas Diajeng, semula dinyatakan positif benzodiazeplin karena sebelumnya telah mengkonsumsi obat dokter. Bukan positif narkoba.”

Kadinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman Ir AA Ayu Laksmidewi mengungkapkan rasa syukur atas hasil pelaksanaan tes urine untuk membuktikan para semifinalis Dimas Diajeng 2016 bebas narkoba. “Ternyata dari hasil pemeriksaan semua peserta yang sudah melaksanakan tes urine dinyatakan bebas narkoba oleh BNK Sleman,” tandasnya. (bam)

CopyRight @ Jurnal Jogja 2016 | Tentang Kami | Kontak Kami | Iklan